Suara.com - Tenggelamnya sebuah kapal boat yang ditumpangi rombongan Polres Labuhan Batu, diduga karena disebabkan beberapa faktor. Salah satunya ialah kapal boat kelebihan muatan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, selain kelebihan muatan, diduga kapal boat tenggelam karena gelombang air yang cukup tinggi.
"Diduga disebabkan oleh beberapa kemungkinan, antara lain gelombang air yang cukup tinggi di perairan tersebut, kelebihan muatan atau over load maupun bisa menabrak sesuatu di perairan tersebut," kata Sutopo kepada Suara.com pada Sabtu (21/4/2018) malam.
Sebelumnya, Sutopo menjelaskan, Sebuah unit kapal boat tenggelam di Perairan Desa Sei Lumut, Sumatera Utara pada Sabtu (21/4/2018) pukul 16.30 WIB. Kapal boat tersebut ditumpangi oleh Kapolres Labuhan Batu AKBP Frido Situmorang dan Kompol Andi Chandra beserta jajarannya.
Dari rombongan Polres Labuhan Batu tersebut hanya AKBP Frido Situmorang berhasil diselamatkan oleh saksi yang melihat kejadian tersebut. Kompol Andi Chandra beserta jajaran dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian petugas.
Berita Terkait
-
Kunjungan Kerja, Kapal Boat Kapolres Labuhan Batu Tenggelam
-
Kapal dari Malaysia Tenggelam di Batam, 107 Orang Terbawa Ombak
-
Kapal Motor Milik Kodam Jaya Tenggelam di Kepulauan Seribu
-
Mau Diledakkan, Kapal Pencuri Ikan Tenggelam Duluan di Mimika
-
Kapal Tersapu Ombak, 2 ABK 3 Hari Mengapung di Kepulauan Seribu
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
Terkini
-
Janji Pramono Anung Benahi Jalan Setu Babakan yang Jadi "Bubur Lumpur" Imbas Proyek
-
Putri Zulhas Sebut Stok BBM RI Hanya Cukup 21 Hari, DPR Segera Gelar Rapat Bahas Energi
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Arab Saudi Beri Perpanjangan Visa Gratis bagi Jemaah Umrah RI yang Terkendala Pulang
-
Jalankan Instruksi Zulhas, Fraksi PAN DPR Gelar Aksi Sosial Selama Ramadan
-
Diduga Dibeli dari Hasil Korupsi, 5 Mobil Operasional Tersangka Kasus Bea Cukai Disita KPK
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Ada Upaya Hambat Penyidikan Kasus Bupati Sudewo, KPK Buru Sosok Mastermind
-
Tingkatkan Kesehatan Mental Santri, Menag Minta Pesantren Hadirkan Tenaga Psikolog