Suara.com - Saat pertemuan dengan para alim ulama di Cilegon, Banten, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pada Pilpres 2019, Demokrat akan mengusung kandidat presiden baru, yang mengerti kemauan rakyatnya. Pertemuan SBY dengan para ulama itu berlangsung, hari Minggu (22/4/ 2018) malam.
Menanggapi itu, politikus PKS, Fahri Hamzah mengatakan memang sudah seharusnya, Pilpres 2019 melahirkan pemimpin baru. Sebab, Preside Joko Widodo tidak berhasil merealisasikan janji politiknya.
"Kita nggak bisa sembunyi, faktanya bahwa Anda mau make up Jokowi kayak apapun, satu saja yang dia nggak bisa jawab, kenapa semua janji pemilunya nggak dipenuhi," kata Fahri di DPR, Jakarta, Senin (24/4/ 2018).
Fahri mengatakan, Jokowi tak perlu banyak argumen untuk menutupi semua kegagalannnya, misalnya dengan mengumbar proyek trans Papua dan Kalimantan. Lagipula, proyek tersebut tidak ada di dalam janji kerjanya saat kampanye Pilpres 2014 lalu.
"Kalau kita berargumen bukan dia juga yang bangun. Itu kan sudah dibangun dari lama, ini pemerintah nggak komit dengan janjinya," ujar Fahri.
Setelah tidak dapat merealisasikan semua janji kampanyenya, sekarang Jokowi lebih banyak mengerjakan pekerjaan yang tak pernah dijanjikan. Bahkan, kata Fahri, pekerjaan baru itu cenderung tidak ada gunanya.
Kepada para alim ulama, SBY tegas mengatakan bahwa Demokrat akan memasangkan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang dinilai mampu merangkul semua kepentingan rakyat, tanpa membeda-bedakan kelompok satu dengan yang lain.
"Saya akan pasangkan nanti Capres- Cawapres yang mengerti keinginan rakyat. Insya Allah nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas dan memikirkan nasib rakyat banyak," kata SBY.
Berita Terkait
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
-
SBY Khawatir PD III, Pakar UMY Beberkan Bahaya Nyata yang Mengintai Indonesia
-
Dunia Diambang Perang Dunia III, Situasinya Kini Mirip Jelang Perang Dunia I dan II
-
Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Panik Gempa Dini Hari, Belasan Warga Bantul Luka-luka Akibat Terbentur saat Selamatkan Diri
-
Jaksa Sebut Temukan Bukti Tekanan Proyek Chromebook, Kesaksian PPK Berpotensi Beratkan Nadiem
-
Duduk Perkara Ketegangan Dishub DKI dan Sekelompok Pria di Tanah Abang Terkait Parkir Trotoar
-
Usut Manipulasi Pajak, Kejagung Tunggu Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara dari BPKP
-
Kemenkes Bangun 66 RS Tipe C di Daerah Terpencil, Apa Saja Fasilitas Canggihnya?
-
KPK Ungkap Ada Jatah Bulanan Rp7 Miliar ke Bea Cukai Agar Tak Cek Barang Bawaan PT Blueray
-
Terkuak! Alasan Kejagung Pertahankan Cekal Saksi Kasus Korupsi Pajak Walau KUHP Baru Berbeda
-
Skema Belajar Ramadan 2026: Pemerintah Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Polda Metro Jaya Periksa Pandji Pragiwaksono Hari Ini Terkait Kasus Mens Rea