Suara.com - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta masih menunggu kabar penyidik Polda Metro Jaya untuk segera menyerahkan tersangka kasus penggelapan tanah Andreas Tjahjadi beserta barang bukti. Pasalnya, kasus yang menjerat rekan bisnis Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno itu sudah dinyatakan lengkap pada 5 Maret 2018 lalu.
"Sampai saat ini belum ada. Pelimpahan tahap dua masih domainnya penyidik Polda Metro Jaya. Kapan Polda mau melimpahkan tersangka dan barang buktinya," kata Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Nirwan Nawawi kepada Suara.com, Senin (23/4/2018).
Alasan belum adanya pelimpahkan tahap dua, kata Nirwan sidang perdana Tjahjadi belum didaftarkan ke pengadilan.
"Kalau kamu (wartawan) nanya kapan disidangkannya, ya setelah kita melimpahkan ke pengadilan. Tanyakan ke Polda kapan pelimpahan Andreas Tjahjadi dilakukan," kata dia.
Namun, Nirwan tak menjelaskan kapan jaksa mengirim surat agar meminta penyidik segera mengirim Andreas dan barang bukti ke Kejati DKI. Dia hanya menyampaikan, surat permintaan itu sudah diberikan setelah berkas perkara pengusaha itu sudah dinyatakan lengkap.
"Disampaikanya kapan saya belum monitor ya. Yang jelas terkait (penyataan p21) sudah kita terbitkan tanggal 5 maret. (Permintaanya) sudah jauh-jauh hari," katanya.
Terkait permintaan itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono belum mendapatkan informasi dari penyidik. "Nanti saya lihat cek dulu," katanya.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan Andreas Tjahjadi sebagai tersangka dalam kasus penggelapan penjualan sebidang tanah di Jalan Curug Raya, Tangerang Selatan, Banten tahun 2012.
Kasus ini merupakan laporan Fransiska Kumalawati Susilo yang menjadi penerima kuasa Edward Soeryadjaja dan Djoni Hidayat.
Fransiska juga turut melaporkan Sandiaga dalam kasus yang sama. Namun, sejauh ini polisi belum menetapkan status Sandiaga sebagai tersangka.
Berita Terkait
-
Polda Metro Bungkam Ditanya Alasan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke TNI
-
Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Polisi Belum Temukan Keterlibatan Warga Sipil
-
Polisi Ungkap Motif di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Karyawan Ayam Goreng di Bekasi
-
Terkuak! Korban Mutilasi di Serang Baru Ternyata Dibunuh karena Tolak Curi Mobil Majikan
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala
-
RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng
-
Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana
-
Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'