Suara.com - Sosok ayah, kebanyakan, adalah persona pelindung bagi putrinya, tapi hal itu tak berlaku bagi JR, warga Sungai Pinang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Laki-laki berusia 42 itu justru merusak masa depan sang putri berinisial TR. Ia memerkosa putrinya yang baru berusia 14 tahun ketika sang istri pergi ke warung.
Berkali-kali diperkosa, TR akhirnya melahirkan bayi perempuan yang menjadi anak sekaligus cucu JR.
Sang istri yang mengetahui tindakan biadab tersebut tak terima, dan melapor ke markas Polda Sumatera Selatan.
Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel Ajun Komisaris Besar Basani R Sagala mengatakan, JR telah buron sejak Januari 2018. Setelah dilakukan pencarian, tersangka ditangkap ketika sedang bekerja sebagai kuli bangunan.
"Selama buron tersangka baru berpindah-pindah. Tadi malam baru tertangkap di tempat pelariannya di Banyuasin," kata Basani, saat gelar perkara, Senin (30/4/2018).
Basani menjelaskan, tersangka mengakui memerkosa TR sejak Mei 2017. Mengetahui korban hamil, tersangka langsung kabur dari rumah karena takut dibunuh keluarga.
"Sewaktu korban hamil tujuh bulan, tersangka langsung kabur dan istrinya melapor ke polisi. Korban diancam dibunuh oleh pelaku," terangnya.
Sementara dari pengakuan JR dia tega menggauli anaknya itu, saat korban sering minta untuk diambilkan handuk setelah mandi.
Baca Juga: PDIP Dorong Komisi VI DPR Segera Panggil Menteri BUMN
"Saya ancam pakai pisau. Waktu itu istri sedang ke warung," jelas TR. [Andhiko Tungga Alam]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC