Suara.com - Pemerintah Indonesia membantah mengeluarkan kebijakan pemberian visa bagi warga negara Israel.
Kepala Bagian Humas dan Umum Direkotrat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Agung Sampurno mengatakan, Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomasi.
Itu sebab pemberian visa hanya bisa dilakukan dengan mekanisme Calling Visa melalui Kementerian Luar Negeri yang beranggotakan sejumlah instansi, di antaranya Ditjen Imigrasi.
“Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sesuai dengan kebijakan luar negeri Pemerintah Indonesia,” ujar Agung Sampurno melalui keterangan resminya yang diberitakan Anadolu Agency, Sabtu (5/5/2018).
Dia menilai, adanya pemberitaan media Israel—Haaretz—mengenai pemberian visa wisata bagi WN Israel merupakan pemberitaan yang tidak benar atau hoaks.
Dia meminta agar masyarakat tidak terpancing dengan adanya pemberitaan tersebut.
“Semoga masyarakat memahami dan tidak terpancing,” tambah dia.
Pemberitaan Haaretz menyebutkan, warga negara Israel dapat memeroleh visa wisata ke Indonesia, terhitung sejak 1 Mei 2018.
Warga negara Israel dapat mengajukan visa tersebut melalui Israel Indonesia Agency dengan biaya sekitar USD135.
Baca Juga: Manajemen Madura United Tuntut Gonzales Rp 10,6 Miliar
Jika visa telah disetujui, warga negara Israel dapat mengambilnya di KBRI Singapura dengan biaya USD56.
Berita Terkait
-
Indonesia Akhirnya Bolehkan Warga Israel Berkunjung sebagai Turis
-
Jokowi Minta Perkuat Kerjasama dengan Negara Pasifik Selatan
-
Duel Daud Berikutnya di Indonesia? Okto: Konsekuensinya Tak Murah
-
Daud Yordan Berharap Duel Berikutnya Digelar di Indonesia
-
Tembak Mati Bocah Palestina, Polisi Israel Cuma Dipenjara 9 Bulan
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Menteri Trenggono Pingsan Saat Pimpin Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR
-
Update Terbaru Kenaikan Gaji PNS, PPPK, dan TNI-Polri Tahun 2026
-
Update Banjir Jakarta Minggu Pagi: 19 RT Masih Terendam, Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian
-
Lawatan Selesai, Ini Rangkuman Capaian Strategis Prabowo di Inggris, Swiss dan Prancis
-
Laba Triliunan, Sinyal Tersendat: Paradoks IndiHome di Bawah Raksasa Telekomunikasi
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita