Suara.com - Wali Kota Tomohon, Sulawesi Utara Jimmy Feidie Eman mengatakan pelayanan terhadap publik di daerahnya dilakukan selama 7 hari dalam sepekan. Hal itu dilakukan agar dapat melayani masyarakat yang tidak sempat mengurus pada hari Senin hingga Sabtu.
"Memang beberapa perizinan yang dibuka pada hari Sabtu dan Minggu," katanya dalam acara Leader's Talk di Gedung III Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018).
Kata dia, pelayanan pada hari Sabtu dan Minggu tersebut lebih banyak soal pengurusan akta nikah dan pembuatan kartu tanda penduduk (KTP). Pasalnya, berdasarkan kebiasaan di Tomohon, masyatakat lebih banyak nikah pada hari Sabtu dan Minggu.
"Karena biasanya di Kota kita ini untuk mereka yang akan menikah ini biasanya melangsungkan acara itu di hari Sabtu atau Minggu, sehingga mau tidak mau juga kita terus ada dan melayani masyarakat dan terus membuka. Seperti kata pak menteri tadi, kita juga harus adopsi lokal wisdom," katanya.
Pelayanan terhadap masyarakat Kota Tomohon ini dilakukan dk Mal Pelayanan Publik (MPP). MPP adalah sebuah mal seperti mal pada umumnya, dimana dalam satu bangunan semuanya tersedia hal-hal yang dibutuhkan, tetapi untuk mengurus perizinan dan non perizinan.
Dengan adanya MPP ini, pengurusan dapat menajdi cepat, hemat, dan sesuai dengan harapam masyarakat. Kalau sebelumnya untuk mengurus KTP butuh waktu berminggu-minggu, dengan adanya MPP ini, KTP hanya dibuat dalam hitungan jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Buruh Bersatu Desak Reformasi Total SJSN, Soroti Rendahnya Perlindungan Pekerja
-
Gus Ipul: 869 Ribu Peserta BPJS PBI Aktif Kembali
-
Riva Siahaan Dinilai Tak Nikmati Uang Korupsi: Hakim Bebaskan Uang Pengganti, Blokir Rekening Dibuka
-
Jakarta Darurat Lapangan Padel 'Bodong', 185 Bangunan Tak Berizin Terancam Ditertibkan Satpol PP
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai