Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempertimbangkan untuk mengampuni peretas laman resmi KPU Provinsi Jawa Barat yang berinisial DW (16) asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sebab usia pelaku masih remaja.
"Rencananya kami akan ampuni sebab masih anak kelas dua SMA. Kami ampuni ya, masa hukumnya mungkin bisa dia kerja sama kami. Kami sudah koordinasi dengan KPU Jabar soal ini," tutur Komisioner KPU Ilham Saputra di Jakarta, Selasa (31/7/2018) malam.
KPU telah dipanggil Polri untuk mengambil keputusan terkait peretas laman KPU Jabar yang berhasil ditangkap Polri. Sementara itu, untuk peretasan laman KPU pusat belum ditemukan pelakunya dan pihaknya masih menunggu proses yang dilakukan pihak kepolisian.
Ada pun Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap peretas laman resmi KPU Provinsi Jawa Barat yang berinisial DW (16) di rumah orang tuanya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Motif pelaku diketahui adalah iseng mencoba karena senang menonton film bercerita tentang peretas yang kemudian mencoba dan mengikuti dengan pencarian data hingga menemukan "url" yang digunakan KPU.
Tidak terdapat kerugian dari sisi data KPU karena tidak ada yang berubah, melainkan hanya tampilan layar utama.
Tersangka yang telah melakukan sekitar 100 defacing pada situs pemerintah serta swasta, baik dalam negeri maupun luar itu dikenakan pasal 46, pasal 30, pasal 32, pasal 49, pasal 48 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik dan/atau pasal 50 jo pasal 22 UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 10 miliar. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba