Suara.com - M. Dedi (29), pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), diketahui juga merupakan sopir angkutan kota. Aksi curanmor rupanya sudah dilakoni pelaku selama dua tahun terakhir.
Teranyar, Dedi melakukannya di Pasar Serang, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (6/8/2018) kemarin.
Aksi Dedi terpergok warga sekitar ketika hendak membobol motor pengunjung pasar yang tengah terparkir.
Beruntung bagi Dedi, dia tidak menjadi amukan pelampiasan amarah massa dan diserahkan ke pihak kepolisian.
"Motor korban jenis Honda Beat bernopol B 4844 FLH. Saat itu korban berisial M sedang ke pasar bersama rekannya untuk membeli kerudung," kata Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Alin Kuncoro, Selasa (7/8/2018).
Usai membeli kerudung, jelas Alin, korban terkejut telah mendapati seorang pria tengah diamankan massa di atas sepeda motornya.
Kepada M, massa menyebut bahwa sepeda motornya hendak dicuri oleh Dedi.
"Warga melihat aksi Dedi yang saat itu tengah membuka paksa kunci motor korban menggunakan (kunci) Letter T," jelas dia.
Oleh massa, tersangka Dedi dibawa ke Mapolsek Cikarang Selatan untuk diinterogasi. Kepada polisi, tersangka mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi.
Mata pencahariannya sebagai sopir angkot dirasa kurang, sehingga dia mencari pekerjaan sambilan sebagai pencuri motor.
"Kendaraan hasil curian rencananya akan dijual kembali ke rekannya," ujar Alin.
Kepada polisi, tersangka mengaku telah mencuri motor warga beberapa kali di wilayah hukum setempat. Setiap aksinya hanya dilakukan seorang diri dengan mengandalkan kunci Letter T.
"Kunci ini hanya dimiliki dan digunakan oleh kawanan pencuri motor, karena berfungsi sebagai pembobol rumah kunci motor korban," kata Jefri.
Rencananya sepeda motor hasil curian itu akan dijual kepada rekannya seharga Rp 3 jutaan.
"Kami masih memburu penadah motor curian tersangka," pungkas Alin.
Berita Terkait
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
-
Polisi Periksa PT Vinfast Auto hingga Green SM, 36 Saksi Digeber Bongkar Tragedi KRL Bekasi!
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Update Tragedi Bekasi: 84 Korban Sudah Pulang, KAI Buka Pintu Klaim Biaya Medis dan Trauma Healing
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat