Suara.com - Pembunuh Aktivis Hak Asasi Manusia Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Prijanto memastikan tidak masuk partai politik setelah bebas murni dari penjara. Pollycarpus mengaku tidak tertarik terjun ke politik.
Ada kabar, jika Pollycarpus bergabung ke Partai Berkarya, besutan Tommy Soeharto. Tapi dia membantah. Pollycarpus mengaku banyak yang menawarinya masuk parpol.
"Yang ngajak (masuk parpol) banyak, cuma tenaga saya cuma satu," ujar Pollycarpus di Balai Pemasyarakatan, Jalan Ibrahim Adjie, Bandung, Rabu (29/8/2018).
Salah satu yang mengajak Pollycarpus terjun politik adalah Berkarya. Tapi dia menolak ajakan Tommy.
"Oh partai Bekarya saya nggak (Masuk), memang diajak tapi saya tidak membidangi untuk bidang politik, jadi saya lebih suka kerja profesional, sesuai dengan profesi saya," katanya.
Menurut dia, dunia politik tidak akan menjadi tujuan hidupnya setelah 10 tahun berada di balik jeruji besi. Meskipun beberapa kolega dan relasinya saat ini sudah banyak yang terjun ke dunia politik.
"(Memang) teman-teman ngajakin ke partai. Tapi, saya enggak suka politik," tuturnya
Ketimbang terjun ke dunia politik, kata Pollycarpus, lebih baik dirinya ikut membenahi dunia penerbangan yang ada di Indonesia. Karena dunia penebangan dinilainya sudah banyak memberikan pelajaran berharga untuk dirinya. Pasca bebas bersyarat 2014 lalu, Pollycarpus kembali ke dunia penerbangan dengan bekerja di PT Gatari Air Service.
"Aktifitas saya setelah keluar (penjara) saya kembali ke dunia penerbangan," ujarnya.
Baca Juga: Pembunuh Munir Pollycarpus Bebas Penjara, Wapres JK: Silakan
Kontributor : Rizki Aulia Rachman
Berita Terkait
-
Pembunuh Munir Pollycarpus Bebas Penjara, Wapres JK: Silakan
-
Bunuh Aktivis HAM Munir, Pollycarpus Akhirnya Bebas Murni
-
Didakwa Terima Suap, Politikus Berkarya Dituntut 8 Tahun Penjara
-
Partai Berkarya Beri Sinyal Dukung Eks Kakak Ipar Tommy Soeharto
-
Tommy Soeharto Bakal Nyapres Jika Presidential Threshold Dihapus
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?