Suara.com - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta memutuskan untuk walk out atau keluar dari rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta. Hal itu lantaran dalam Banggar langsung memutuskan untuk mencoret anggaran pembangunan sejumlah waduk warisan kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tanpa pertimbangan terlebih dahulu.
Sebelumnya, rapat Banggar pembahasan anggaran perubahan untuk Dinas Sumber Daya Air berjalan lancar. Lalu pada saat pembahasan anggaran untuk pembangunan sejumlah waduk, pimpinan rapat yakni Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mencoret beberapa permohonan penambahan anggaran untuk pembangunan waduk tanpa pertimbangan.
Pembangunan waduk merupakan program yang digulirkan sejak era kepemimpinan Ahok. Tujuan pembangunan waduk untuk menanggulangi masalah banjir di Jakarta.
Para anggota fraksi PDIP yang memutuskan untuk walk out awalnya dilakukan oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. Tak lama berselang, aksi itu juga diikuti oleh anggota Fraksi PDIP Ida Mahmudah.
Ida mengatakan, Taufik sebagai pimpinan sidang dinilai tidak adil dalam memimpin persidangan. Sehingga, rapat Banggar yang digelar dinilai tidak lagi bermakna lantaran Taufik langsung memutuskan anggaran tanpa pertimbangan lanjutan.
"Menurut saya bapak nggak fair juga bapak main ketak ketok ketak ketok sementara eksekutif sudah mengajukan. Saya logikanya gini eksekutif nggak akan mengajukan anggaran kalau tidak membutuhkannya," kata Ida dalam rapat Banggar di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).
Saat dikonfirmasi, Ida menilai Taufik memutuskan untuk mencoret anggaran pembangunan waduk lantaran program itu merupakan program peninggalan Ahok. Sehingga, Taufik yang merupakan politisi Gerindra tidak ingin melihat program itu berhasil.
"Ini kan karena itu proyek programnya Ahok yang mereka tidak suka ini berhasil," imbuh Ida.
Ida pun mengkritisi sikap Taufik yang dinilai telah melewati batas kewenangan sebagai dewan dengan membahas hingga ke teknis program. Ida mengaku kecewa dengan sikap pimpinan rapat yang tidak mencerminkan keadilan itu.
Baca Juga: Ahmad Dhani Disebut Cerdas oleh Ahok, Warganet Ngakak Online
"Anggaran waduk yang dicoret cukup lumayan banyak ya. Menurut saya pimpinan tidak fair, jadi ya tidak mungkin pembangunan bisa berjalan dengan baik di DKI. Teknis kan kita tidak punya hak untuk sampai ke teknis," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada
-
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
-
Kisah Dokter Diaspora Terobos Sekat Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan
-
Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!