Suara.com - Sebanyak 300 orang yang telah meninggal dunia di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Mereka bisa ikut Pemilu 2019.
KPU telah melakukan pencoretan ke-300 orang meninggal dunia yang masuk dalam DPT 2019 itu, bersama ribuan data pemilih "invalid".
"Temuan adanya ratusan orang meninggal dunia masuk DPT itu, berdasarkan temuan Bawaslu Bangkalan, serta hasil pencermatan yang dilakukan KPU Bangkalan," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan Fauzan Djakfar di Bangkalan, Minggu.
Total jumlah DPT invalid di Kabupaten Bangkalan sesuai hasil perbaikan data pemilih sebanyak 1.466 orang.
"Jadi jumlah 1.466 orang ini adalah data ganda dan invalid, termasuk 300 orang di antara yang meninggal dunia tersebut," ucapnya, menjelaskan.
Sebelumnya KPU Bangkalan mengumumkan, total jumlah DPT untuk pemilu 2019 sebanyak 872.794 orang. Perinciannya, jumlah pemilih laki-laki sebanyak 423.341 orang dan jumlah pemilih perempuan sebanyak 449.453 orang.
Mereka itu tersebar di 3.823 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 281 desa/kelurahan di 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan.
Sementara setelah ditemukan adanya pemilih ganda dan invalid, serta adanya orang meninggal dunia yang masuk dalam DPT, kini jumlah DPT Pemilu 2019 berubah, menjadi 871.372 orang.
"Jumlah DPT hasil perbaikan ini bisa saja berubah, karena hingga saat ini kami masih melakukan pencermatan, mengingat kasus DPT ganda dan invalid ini menjadi kasus nasional," tutur Fauzan.
Baca Juga: Bersihkan Pemilih Ganda di DPT, KPU: Angkanya di Bawah 2 Persen
KPU juga meminta agar semua pihak ikut memantau data DPT Pemilu 2019 dan melaporkannya ke petugas penyelenggara pemilu, apabila masih ditemukan adanya DPT ganda dan invalid. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia
-
Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran
-
Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara
-
BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan
-
Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?
-
Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit
-
Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih