Suara.com - Tak terima ditegur saat memarahi ibunya, seorang lelaki berinisial SU (38) saling bacok dengan kakak kandungnya di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Berdasarkan informasi terhimpun, peristiwa itu terjadi pada hari Senin (24/9/2018) sekitar pukul 13.30 WIB.
Saat itu, pelaku menanyakan menu makan siang kepada sang ibu UN (65). Namun, SU bertanya kepada si ibu dengan nada tinggi.
Kemudian, kakak pelaku berinisial UD (35) yang mendengar perkataan kasar adiknya terhadap sang ibu langsung menegur dengan ucapan "jangan marahi ibu, kalau mau makan beli sana!".
Tak terima ditegur, pelaku mengambil celurit di kamarnya dan menyerang UD. Menyadari hal tersebut, korban berlari ke rumah tetangga untuk mengambil senjata tajam, hingga keduanya terlibat saling bacok.
Istri korban NU (36) dan kakaknya MI (42), yang melerai juga mengalami luka bacok. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, mereka harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Kasubag Humas Polres Bogor Ajun Komisaris Ita Puspita Lena membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, karena masih satu keluarga, kasus itu tidak dilaporkan ke pihak polisi dan memilih untuk jalan damai.
"Mereka sudah berdamai, diketahui kepala desa infonya. Tidak ada laporan ke polisi," singkat Ita, saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa (25/9/2018).
Kontributor : Rambiga
Baca Juga: KPU Minta Paslon Buat Visi Misi Sesuai RPJMN 2020-2025
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin