Suara.com - Kementerian Perhubungan memberangkatkan lagi satu unit kapal negara kenavigasian KN. Miang Besar milik Distrik Navigasi Samarinda. Kapal tersebut akan berlayar menuju Palu untuk misi bantuan kemanusiaan bencana tsunami di Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018).
Sebelumnya, Sabtu (29/9/2018), Kemenhub juga telah mengirimkan satu unit kapal patroli KNP Pasatimpo P-212 milik Pangkalan PLP Bitung yang memuat bahan bantuan kemanusiaan untuk para warga yang terdampak bencana.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengatakan bahwa kapal negara KN. Miang Besar akan diberangkatkan dari Samarinda hari ini pukul 12.00 WITA yang diperkirakan akan tiba di Palu Senin (1/10/2018) sekitar pukul 09.00 WITA.
"Kapal KN. Miang Besar hingga saat ini telah memuat 3.544 unit bahan pokok, bagi masyarakat sekitar Samarinda yang ingin menyumbang bagi warga Palu, Donggala dan sekitarnya akibat gempa dan tsunami masih dapat menyampaikan bantuannya sebelum kapal diberangkatkan menuju Palu," ujar Agus.
Agus juga memerintahkan agar kapal KN. Miang Besar untuk mengisi air tawar maksimum di tangki kapal dengan kapasitas 200 ton untuk kemudian dapat diberikan sebagian air tersebut kepada masyarakat di Palu dan Donggala yang kekurangan air bersih. Berikutnya ada kapal patroli KPLP KN. Gandiwa dari Pangkalan PLP Bitung dan Kapal Kenavigasian KN. Merak dari Distrik Navigasi Bitung yang juga direncanakan berangkat menuju Palu.
"Hingga saat ini, empat kapal negara telah diperbantukan untuk membawa misi kemanusiaan musibah gempa bumi dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah. 1 kapal KNP. Pasatimpo P-212 sudah diberangkatkan kemarin dan satu kapal KN. Miang Besar akan diberangkatkan hari ini dan dua kapal lainnya menunggu terkumpulnya bahan bantuan dari masyarakat sekitar," kata dia.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam misi kemanusiaan Kementerian Perhubungan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah dapat menghubungi Koordinator dan Pengendali Posko Peduli di Samarinda yaitu M.Dahri di 0822 13 200 300, Toto Mukarto (0811 100 707) Triono (0852 4192 9214) dan Widji (081346325507).
Sementara itu, posko Quick Response Team (QRT) Kementerian Perhubungan yang telah terbentuk sejak Jumat (28/9) lalu, terus memonitor dan memantau kondisi pasca gempa bumi dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah.
Bertempat di ruang Marine Command Center (MCC) dan Puskodalops lantai 4 Gedung Karsa Kementerian Perhubungan setiap harinya dijaga oleh para petugas secara bergantian selama 24 jam.
Baca Juga: Update Gempa Terkini: Perekonomian Palu dan Donggala Lumpuh Total
Adapun telepon Posko QRT yang dapat dihubungi di nomor 021-3456614, 021-3451364 dan 081385253006.
Berita Terkait
-
Teror di Selat Hormuz Berlanjut, Kapal Dagang Disambar Proyektil Misterius
-
Marak Kecelakaan Kapal, Puan Tagih Tanggung Jawab Negara dalam Keselamatan Pelayaran
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Sering Kecelakaan, Legislator PDIP Desak Evaluasi Total Operator KMP Mutiara Sentosa
-
DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan