Suara.com - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menjelaskan terkait strategi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019. Apakah tim Prabowo akan menggunakan cara mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pilgub DKI Jakarta untuk menangkan Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
Penjelasan Riza jelas membantah anggapan terkait perkataan Mardani Ali Sera selaku Wakil Ketua Umum BPN. Mardani sempat menyebut tidak terlalu memusingkan hasil survei yang didominasi keunggulan pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo - Maruf Amin.
Kemudian Mardani mengatakan bahwa menyebut hasil survei itu bisa diubah sesuai dengan pengaturan strateginya. Mardani mencontohkan saat dirinya menjadi ketua timses Anies Baswedan - Sandiaga Uno dan berhasil menggulingkan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
"Maksudnya pak Mardani tentu seperti 2017 itu di DKI maksudnya kita kerja keras sungguh-sungguh kita kompak, solid, bersatu dan kita menang," kata Riza di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (9/10/2018).
Namun saat disinggung soal strategi dengan menggunakan isu SARA, Riza tegas membantah. Menurutnya, BPN Prabowo-Sandiaga sudah memilih strategi mana yang dibawa dari Pilkada DKI 2017 sesuai dengan segmen yang ditargetkan.
"Ada strategi yang bisa diikuti ada yang ditingkatkan ada yang dikurangi ada yang tidak tergantung segmennya, mendekati milenial bagaimana emak-emak, bagaimana orang tua semua ada cara masing-masing," pungkasnya.
Untuk diketahui, cara mengalahkan Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017 akan dipakai tim pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga uno untuk mengalahkan Jokowi - Maruf Amin di Pilpres 2019. Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera mengusulkan gunakan trik mengalahkan Ahok itu.
Hal itu dikatakan Mardani menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC). Dengan hanya mendapatkan 28,7 persen, Mardani yakin bisa menggulingkan Capres-Cawapres Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin di babak akhir Pilpres 2019.
Mardani kemudian berencana untuk mengaplikasikan kinerjanya dalam Pilkada DKI 2017 lalu. Saat itu Mardani menjadi tim sukses Anies Baswedan - Sandiaga Uno. Seperti diketahui, pasangan Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat sempat diunggulkan publik untuk meneruskan jabatannya sebagai Gubernur dan Wagub DKI.
Baca Juga: Cara Kalahkan Ahok untuk Menangkan Prabowo, Fahri: Nggak Canggih
"Seperti di Jakarta, Survei kita abaikan agar fokus bekerja, karena semua bisa diatur. Apakah masih ingat hasil survei terjungkal dengan hasil akhir ?" tanyanya.
Berita Terkait
-
Cara Kalahkan Ahok untuk Menangkan Prabowo, Fahri: Nggak Canggih
-
Cegah Banjir, Anies Tolak Cara Normalisasi Sungai Era Ahok
-
Politisi Golkar Tolak KPU Larang Capres Kampanye di Pesantren
-
Amien Disebut Bermental Tuyul Ditemani Ratusan Massa ke Polda
-
Puji Kabinet Kerja Jokowi, IMF Sebut Indonesia Tak Butuh Pinjaman
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
Terkini
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina
-
Potensi Korupsi Program MBG Ramai Dilaporkan ke KPK, Ini Alasan Belum Ada Penindakan
-
13 Jukir Liar Blok M Terjaring Razia, Begini Nasibnya Kini
-
Seskab Teddy Borong 5 Sapi Kurban dari Irfan Hakim
-
Prabowo Ikut Tarik Jaring Udang di Tambak Kebumen, Kagum Panen Capai 40 Ton per Hektare
-
MK Putuskan Hanya BPK yang Bisa Hitung Kerugian Negara, KPK Siapkan Edaran
-
Noel Tak Terima Dituntut 5 Tahun, Eks Penyidik KPK: Pejabat Korup Seharusnya Dihukum Lebih Berat
-
Reformasi dalam Bayang-Bayang Militer, Seskab Teddy Dinilai Jadi Contoh Nyata