Ia juga dikenal tertarik dengan gagasan kelompok Ikhwanul Muslimin di Timur Tengah dan hal ini membawanya berkenalan dengan pemuda Saudi bernama Osama bin Laden.
Sebagai wartawan muda, Khashoggi beberapa kali mewawancarai Bin Laden. Dari sana, namanya semakin dikenal dunia internasional. Tetapi pada era 1990an, ia mulai menjauhi Bin Laden yang mulai mengampanyekan kekerasan terhadap Barat.
Bin Laden yang tewas dalam serangan AS di Jalalabad, Pakistan pada Mei 2011, belakangan mendirikan organisasi teroris Al Qaeda dan mendapat kecaman dunia karena mengotaki serangan 11 September 2001 di New York, AS.
Terlalu progresif
Lahir di kota suci Madinah pada 13 Oktober 2958, Khashoggi menghabiskan masa mudanya mempelajari agama Islam dan kemudian lebih dekat dengan gagasan liberal.
Ia pernah sangat dipercaya pemerintah Saudi, meski pada 2003 juga pernah dipaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai redaktur pelaksana surat kabar Al-Watan, setelah menjabat selama 54 hari.
Ia pernah sangat dekat dengan Pangeran Turki al-Faisal, yang memimpin badan intelijen Saudi selama lebih dari 20 tahun. Ketika Pangeran Faisal ditunjuk sebagai Duta Besar Saudi untuk AS pada 2005, Khashoggi diminta untuk menjadi salah satu pembantunya dan dibawa serta ke Washington.
Pada 2007, ia kembali bekerja untuk harian Al-Watan. Ia bekerja di surat kabar itu hampir selama tiga tahun sebelum dipecat karena, dalam kata-katanya sendiri, "gaya editorial yang melewati batas karena mendorong diskusi serta perdebatan di tengah masyarakat."
Ia juga dekat dengan konglomerat Saudi, Pangeran Al-Walid bin Talal. Keduanya meluncurkan stasiun televisi Al-Arab pada 1 Februari 2015 di Manama, Bahrain.
Tetapi di hari yang sama, kurang dari 24 jam beroperasi, stasiun tv itu ditutup oleh pemerintah Bahrain, yang merupakan salah satu sekutu terdekat Riyadh.
Mengasingkan diri
Khashoggi meninggalkan Saudi pada September 2017, hanya beberapa bulan setelah Pangeran Mohammed bin Salman ditunjuk sebagai putera mahkota oleh ayahnya, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Pada November, Pangeran Al Walid bersama ratusan pejabat serta pengusaha Saudi ditahan oleh pemerintah Saudi dalam sebuah operasi antikorupsi.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di The Washington Post pada 2017 kemarin, Khashoggi menulis bahwa di bawah Pangeran Muhammed Arab Saudi memasuki era baru yang penuh ketakutan, intimidasi, penangkapan, dan perisakan di muka publik.
Ia mengaku dilarang menulis di harian Al-Hayat karena sering membela Ikhwanul Muslimin, kelompok yang masuk dalam daftar teroris oleh Saudi.
Khashoggi juga mengatakan bahwa pemerintah Saudi telah melarangnya menggunakan akun Twitter terverifikasi, setelah ia menulis bahwa Riyadh seharusnya khawatir dengan terpilihnya Trump sebagai presiden AS.
Trump sendiri diketahui sebagai pendukung Pangeran Mohammed. Menantu Trump, Jared Kushner, dikenal sangat dekat dengan putera mahkota Saudi itu. Dalam sebuah artikel di The Intercept, Pangeran Mohammed pernah dilaporkan mengatakan bahwa Kushner adalah orang bayarannya.
Khashoggi juga pernah mengkritik keputusan Saudi mengobarkan perang di Yaman - kebijakan yang diketahui diputuskan oleh Pangeran Mohammed dan kini dikritik karena selain menguras kantong Riyadh juga tak kunjung menunjukkan tanda-tandan kemenangan.
"Untuk program reformasinya, putera mahkota layak dipuji," tulis Khashoggi di The Guardian pada Maret lalu.
"Tetapi pada saat yang sama, inovator muda yang labil dan kasar itu tak mengizinkan adanya perdebatan publik di Arab Saudi tentang perubahan yang ditawarkannya," kritik dia. (AFP)
Berita Terkait
-
Iran Lantunkan Surah Al Imran Ayat 13 saat Delegasi Arab Saudi Melayat Ali Khamenei
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Arab Saudi Inginkan Jesus sebagai Juru Selamat
-
Makin Hari Makin Terbukti, Qatar dan Arab Saudi Lolos ke Piala Dunia 2026 dengan Cara Ilegal
-
Piala Dunia 2026 Tanjung Verde vs Arab Saudi, Laga Panas Demi Tiket 32 Besar
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Hyundai New CRETA Dilengkapi Drive Mode Adaptif untuk Berbagai Kondisi Berkendara
-
ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar
-
Modus Judi Online Makin Canggih, Terbaru Lewat QRIS hingga E-Wallet
-
Bukan Sekadar Tren, Alasan Barrel Pants Kini Jadi Andalan Gaya Sehari-hari
-
Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko
-
Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026
-
Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering
-
Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong
-
Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita
-
Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi