Suara.com - Keluarga bakal kembali melayangkan surat permohonan kepada polisi agar penahanan Ratna Sarumpaet bisa ditangguhkan. Rencana permohonan penangguhan akan kembali diajukan, menyusul polisi memperpanjang masa penahanan Ratna selama 40 hari ke depan.
"Iya iya. Mungkin dalam waktu minggu ini lah mengajukan hal itu (permohonan penangguhan penahanan Ratna) lagi," kata pengacara Ratna, Insank Nasrudin di Polda Metro Jaya, Senin (22/10/2018).
Surat permohononan itu bertujuan agar tersangka kasus penyebaran hoaks ini bisa menjadi tahanan kota. Selain itu Insank menyebut kondisi kesehatan Ratna kini juga menurun.
Untuk diketahui, Polisi hari ini gagal memeriksa Ratna karena mengeluh sakit dan tak mau makan.
Insank pun menganggap jika alasan Ratna mengeluh sakit karena memang tak nafsu makan selama meringkuk di penjara.
"Memang nafsu makannya yang sama sekali nggak ini. Bisa jadi pikiran ya. Dia sangat berat untuk makan selama beberapa hari ini kan begitu," kata dia.
Terkait perpanjangan masa penahanan Ratna, Insank juga mengakui belum mendapatkan surat resmi dari kepolisian.
"Kami belum mengetahui apakah penahanan itu diperpanjang. Otomatis kami menunggu suratnya dong," kata dia.
Diketahui, polisi telah menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka terkait kasus penyebaran berita hoaks di media sosial. Buntut dari drama penganiayaan itu juga telah menyeret Ratna ke penjara. Polisi meringkus Ratna Sarumpaet saat berada di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten pada Kamis (4/10) malam.
Baca Juga: Surat Panggilan Wawancara Rekrutmen Pegawai Bank Indonesia Hoaks
Dalam kasus ini, Ratna dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun.
Berita Terkait
-
Pemeriksaan Ditunda, Polisi Malah Kasih Kue ke Ratna Sarumpaet
-
Mengeluh Tak Bisa Makan, Polisi Gagal Periksa Ratna Sarumpaet
-
Polisi Mau Cecar Ratna Sarumpaet soal Biaya Operasi Plastik
-
Ratna Melawan: Saya Bukan Inisiator Konpers di Rumah Prabowo
-
Penahanan Ratna Sarumpaet Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam