Suara.com - Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 7 jasad baru penumpang Lion Air JT 610, Rabu (7/1/12018), termasuk satu bayi dan seorang bocah.
Dalam 7 jenazah itu, terdapat satu dari dua bayi yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 di Tanjung Pakis pada 29 Oktober 2018.
Komandan Identifikasi Korban Bencana (DVI) Mabes Polri Komisaris Besar Lisda Cancer mengumumkan, Rabu (7/11/2018) malam, bayi bernama Rafezha Widjaya usia satu tahun sembilan bulan teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA dan medis.
Meski demikian, Lisda tidak dapat menjelaskan detail pemeriksaan medis untuk mengidentifikasi Rafezha.
Hasil identifikasi, Lisda menyebut, diketahui dari pencocokan data postmortem dan antemortem pada sidang rekonsiliasi pada pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.
Selain Rafezha, tim DVI juga berhasil mengidentifikasi kakaknya, korban atas nama Radhika Wijaya, laki-laki, berusia empat tahun melalui pemeriksaan DNA dan medis.
Dalam kesempatan itu, Lisda mengungkapkan masih mendalami satu bayi yang juga menjadi korban pesawat Lion Air PK-LQP.
"Untuk identifikasi, kami tidak berpatokan pada manifes penumpang. Anggapannya memang jika satu bayi berhasil diketahui, sisanya harusnya juga diidentifikasi. Namun, kerja kami tidak seperti itu," jelas Lisda.
Ia menegaskan, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan terhadap tiap objek yang ditemukan, sehingga jenazah yang teridentifikasi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan profesional.
Baca Juga: Jokowi: Komunikasi via Media Sosial Tak Jamin Kepercayaan Publik
Hingga hari kesepuluh pencarian, tim DVI Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 51 penumpang, terdiri atas 40 laki-laki, dan 11 perempuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara