Suara.com - Petugas Air Traffic Controller (ATC) Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Kota Palu, almarhum Anthonius Gunawan Agung akhirnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (11/11/2018). Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memimpin pemakaman itu.
Anthonius Gunawan Agung yang berusia 21 tahun merupakan pegawai Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, yang gugur saat melaksanakan tugas memberikan izin terbang pesawat Batik Air disaat bersamaan gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018.
Anthonius Gunawan Agung juga telah diberikan penghargaan tertinggi yakni Adikarya Dirgantara Pralabda dari Menteri Perhubungan serta mendapatkan penghormatan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk dapat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional melalui Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor: B.882/M.Sesneg/Setmilpres/GT.00/10/2018.
Pemakaman almarhum di TMP merupakan usulan langsung dari Menteri Perhubungan karena dianggap berjasa besar dalam dunia penerbangan yang sebelumnya telah mendapatkan restu dari keluarga Anthonius Gunawan Agung, terutama kedua orang tuanya.
"Tepat satu hari setelah kita memperingati Hari Pahlawan, hari ini kita bersama-sama mengantarkan salah satu pahlawan penerbangan yang gugur saat mengabdikan diri dalam memastikan keselamatan penerbangan," papar Budi.
Menurutnya, kisah perjuangan Agung bukan hanya menginspirasi Nusantara, tapi dunia internasional ikut berbela sungkawa khususnya bersama keluarga Anthonius Gunawan Agung yang ditinggalkan.
Menhub mengatakan bahwa kisah Agung harus menjadi pelecut bagi sektor penerbangan Nasional untuk terus berkembang dan menjadikan keselamatan sebagai pondasi utama.
Seluruh stakeholder penerbangan Nasional, kata dia, semestinya menjadikan kisah Agung sebagai sumber semangat baru dalam menjaga keselamatan penerbangan di ruang udara Indonesia.
"Untuk keluarga Almarhum Agung, sekali lagi kami sampaikan bela sungkawa yang begitu mendalam dan kami sadar penghargaan serta apresiasi dalam bentuk apapun tidak akan mampu menggantikan sosok almarhum di keluarga," papar Menhub di TMP Panaikang.
Baca Juga: Anggaran Rekonstruksi Gempa Palu Terhadang Aturan Zona Merah
Sementara Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, pada kesempatan itu mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh pemerintah kepada almarhum Anthonius Gunawan Agung.
"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Perhubungan serta Bapak Menteri Sosial yang telah memberikan penghormatan kepada keluarga kami almarhum Agung," uiarnya.
Dalam enam tahun perjalanan AirNav Indonesia, lanjutnya, almarhum Anthonius Gunawan Agung adalah keluarga pertama AirNav yang diberikan penghargaan untuk dapat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan bersama dengan para pahlawan negeri ini yang mendedikasikan hidupnya bagi bangsa dan negara," ujarnya.
Novie menambahkan pihaknya juga berterima kasih kepada semua pihak yang menyampaikan simpatinya atas kepergian pahlawan penerbangan almarhum Anthonius Gunawan Agung. Simpati, rasa bela sungkawa dan apresiasi mengalir deras dari seluruh mitra baik domestik maupun internasional.
"Seluruhnya kami sampaikan langsung kepada keluarga agar mereka yang ditinggalkan mengetahui bahwa almarhum telah menginspirasi negeri ini bahkan dunia. Teriring doa kami dari seluruh insan AirNav Indonesia agar keluarga almarhum diberikan ketabahan," tambah Novie. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan