Suara.com - Perempuan paruh baya bernama Ngatinem (55) tewas usai diserang kawanan tawon saat mencari kayu bakar di kebun milik warga bernama Manto Saimin di Dusun Dukuh, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (1/12/2018).
Peristiwa nahas itu terjadi saat korban memotong kayu dengan sebilah parang. Tanpa sengaja, ternyata kayu yang dipotong korban itu menimpa sarang tawon hingga jatuh ke tanah. Gerombolan lebah itu langsung keluar dari sarang dan menyerang Ngatiem secara membabi buta.
Saat diserang sengatan lebah itu, Ngatinem sempat bajunya dan dikibaskan ke arah lebah yang menyerangnya. Namun, gerombolan tawon itu justru bertambah beringas untuk menyerang korban.
Tidak hanya bagian kepala, tawon itu menyengat sekujur tubuhnya. Merasa kewalahan menghadapi serangan tawon, Ngatinem sempoyongan berlari untuk menyelamatkan diri. Malang baginya, gerombolan tawon itu tetap mengejar Ngatinem yang berlari menuju rumahnya.
Jarak rumah Ngatinem dengan kebun itu sebenarnya hanya sekitar 100 meter. Akan tetapi, masih ada puluhan tawon yang mengejar Ngatinem hingga masuk ke dalam rumah. Sesampainya di rumah, Ngatimen kemudian ditolong suaminya, Trisno Sukarno, 60, dibantu tetangganya.
“Sekujur badannya penuh bentol. Kami langsung membawanya ke bidan desa. Setelah dikasih obat, bentolnya mulai menyusut meski masih ada bekasnya. Tapi, dia terus mengeluhkan rasa sakit di kepala dan perut,” ujar Parti, adik Ngatinem, saat ditemui Solopos.com--jaringan Suara.com, Senin (3/12/2018).
Sepanjang malam, Ngatimen terus merintih kesakitan. Dia merasa tidak kuat menahan sakit di kepala dan perutnya. Namun, pada saat itu keluarganya tidak terlalu khawatir dengan kondisi Ngatinem.
Mereka merasa yakin Ngatinem segera sembuh setelah ia beristirahat. Sayang, perkiraan keluarga meleset. Kondisi kesehatan Ngatinem justru makin memburuk pada Minggu pagi pukul 06.00 WIB.
Keluarga lantas memanggil bidan desa, tapi Ngatinem malah tidak sadarkan diri dua jam kemudian. Keluarga pun membawa Ngatinem ke rumah sakit. Namun, korban akhirnya mengembuskan napas terakhirnya di perjalanan menuju rumah sakit, tepatnya di kawasan Taraman.
Baca Juga: Bule Seksi Dituduh Curi Celana Dalam di Bali, Adu Dorong dengan Satpam
“Saat jenazah dibawa pulang, keluarga masih belum yakin 100% Ibu Ngatinem sudah meninggal dunia. Mereka masih sulit percaya sengatan tawon bisa menyebabkan kematian. Keluarga lalu kembali memanggil tim medis untuk memeriksa Ngatinem. Setelah itu keluarganya baru percaya Bu Ngatinem benar-benar sudah meninggal dunia. Jenazah akhirnya dimakamkan pada Minggu siang pukul 12.30 WIB,” papar Ketua RT 07, Dusun Dukuh, M. Husnul Aziz. (Solopos.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti