Suara.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) memastikan stok makanan di hutan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar untuk hewan predator seperti macan masih cukup tersedia.
Kepala Seksi (Kasi) Konservasi BKSDA Wilayah I Jateng, Titik Sudaryanti meyakini, penyebab macan Gunung Lawu turun ke pemukiman warga dan menyerang hewan ternak bukan karena stok makanan di gunung habis.
Pasalnya, petugas BKSDA Jateng belum lama ini melakukan penelusuran dan mendapati sejumlah kijang berkeliaran di Gunung Lawu. Petugas BKSDA juga mendapatkan informasi dari warga yang masih menemukan sejumlah kijang di Gunung Lawu.
Titik pun memprediksi ada dua hal yang menjadi penyebab macan Gunung Lawu akhirnya turun ke permukiman warga. Pertama, habibat hidup macan di Gunung Lawu belum pulih pascakebakaran pada Agustus lalu. Macan akhirnya berkeliaran untuk mencari habitat baru.
Kedua, ada kemungkinan macan turun gunung karena tengah berkeliaran untuk mencari anaknya yang lain. Masalah macan menerkam hewan ternak milik warga di perkampungan, dia menduga, sang induk sekalian melatih anaknya untuk berburu.
"Kamera infrared sementara baru menangkap aktivitas dua ekor macan yang berkeliaran di dekat permukiman warga. Ukurannya besar dan kecil. Kemungkinan salah satu di antaranya adalah sang induk, dan yang kecil merupakan anaknya," ujar Titik seperti diwartakan Solopos.com, Rabu (5/12/2018).
Dia menyampaikan, BKSDA Jateng akan tetap memasang perangkap di dekat permukiman warga dengan harapan bisa menangkap macan Gunung Lawu yang tengah berkeliaran. BKSDA Jateng tidak akan melakukan perburuan macan hingga ke atas Gunung Lawu.
"Saya mendukung langkah warga Beruk yang sepakat untuk mencegah pemburu masuk hutan lindung. Saya berharap keputusan warga ini dicontoh oleh warga di wilayah lain. Pasalnya, langkah ini bisa berdampak baik terhadap ketersediaan makanan untuk macan, termasuk keselamatan macan itu sendiri," jelas Titik.
Sementara itu, Kadus Pondok Pengkok Desa Beruk, Jatiyoso, Giyono (24) menyampaikan, hingga Rabu siang, warga Pondok Pengkok tidak lagi mendapati peristiwa hewan ternak mati karena diterkam macan. Meski demikian, warga Dusun Pondok Pengkok tetap akan terus meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: Pengakuan Penjual e-KTP Aspal di Pasar Pramuka Pojok Jakarta
Berita Terkait
-
2 Ekor Macan Tutul Jadi 'Tersangka' Teror Warga Kaki Gunung Lawu
-
Sepasang Harimau Berkeliaran di Jalan, Warga Aceh Susah Tidur
-
Hewan Misterius Kembali Teror Warga Karanganyar, Korban Bertambah
-
Macan Tutul Diduga Teror Warga Kaki Gunung Lawu, Ini Kata BKSDA
-
Teror Macan Gunung Lawu Gegerkan Warga Karanganyar
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno