Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra telah duduk bersama untuk membahas kandidat yang diusung untuk mengisi kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dari hasil rapat, diperoleh kesepakatan mengenai jadwal fit and proper test untuk kandidat wagub DKI.
Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo mengatakan, dari hasil rapat bersama dengan Gerindra, kedua partai pengusung sepakat untuk menggelar rapat koordinasi antara tim Panitia Seleksi (Pansel) tes uji kepatutan dan kelayakan pada 14 Januari 2019 mendatang.
"Tadi kami telah menyusun timeline, Insyallah berikutnya akan dilaksanakan rapat koordinasi antara tim pansel 4 orang dari PKS dan Gerindra pada 14 Januari 2019," kata Syakir saat ditemui di Kantor DPW PKS DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).
Rapat koordinasi itu akan menjadi rapat perdana antara tim pansel kedua partai. Syakir mengakui, masih ada tersisa waktu selama sepekan untuk menghubungi keempat orang yang masuk dalam tim pansel.
PKS sendiri telah menunjuk Eko Prasojo dan Ubeidilah Badrun menjadi tim fit and proper test. Sementara, Gerindra telah menunjuk Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif dan peneliti LIPI Siti Zuhro sebagai tim fit and proper test.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif mengatakan, setelah keempat anggota tim pansel melakukan serangkaian uji kelayakan dan kepatutan terhadap ketiga kandidat wagub, nantinya akan terpilih dua kandidat. Ia menargetkan pada 25 Januari dua nama itu sudah terpilih.
"Setelah 25 Januari maka partai pengusung dan tim sudah selesai tugasnya. Baru melakukan lobi ke DPRD. Mudah-mudahan cepet selesai mendapatkan calon dari proses fit and proper test ," ungkap Syarif.
Awalnya kandidat wagub yang diusulkan hanya dua yakni mantan Wakil Wali kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum DPW PKS DKI. Kekinian, nama Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi resmi dimasukkan ke dalam kandidat wagub DKI.
Baca Juga: Beda Kasta, Persija Tak Pandang Kepri 757 Jaya Sebelah Mata
Berita Terkait
-
ICW: Baru Gerindra yang Menyumbang Dana Kampanye Prabowo - Sandiaga
-
Gerindra Bantah Relawan Prabowo Jadi Tersangka Hoaks Surat Suara Tercoblos
-
Disebut Kelemahan Jokowi, Prabowo Diminta Bahas Lapas di Debat Perdana
-
PKS Nilai Ada Sisi Gelap Penegakan Hukum Era Jokowi
-
Prabowo Diserang Isu Penculikan Aktivis, Mardani: Hoaks yang Miskin Konten
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?