Suara.com - Politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) Nasir Djamil mengusulkan kepada Capres - Cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno untuk mengangkat soal penegakan hukum di sektor penyediaan lembaga pemasyarakatan (lapas). Dia menganggap hal itu menjadi celah kelemahan capres petahana Joko Widodo karena selama ini pemerintahan tidak bisa mengatur soal lapas yang kelebihan kapasitas.
Nasir menjelaskan bahwa faktor penyebab lapas-lapas di Indonesia yang kelebihan kapasitas dikarenakan dipenuhi oleh pelaku-pelaku kasus narkoba. Padahal, kata dia pembangunan lapas sejatinya untuk menampung para pelaku-pelaku yang memiliki latar belakang kasus yang berbeda.
"Memang harus seperti itu sehingga lapas itu karena banyak masalah perlu dipertimbangkan jadi badan sendiri meski agak berat dalam konteks pembinaannya," kata Nasir di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2018).
Nasir berpendapat kalau Undang-Undang yang mengatur terkait dengan narkoba seharusnya bisa direvisi khususnya soal penanganan para pelaku kasus narkoba. Hal tersebut dinilainya bisa mengurangi kelebihan kapasitas di lapas selama ini.
Selain kelebihan kapasitas, Nasir juga menyoroti soal banyaknya narapidana kasus narkoba yang mendekam di penjara malah melanjutkan bisnisnya dan memutarkan roda penjualan narkoba di balik jeruji besi.
"Usulan ini muncul karena banyak di lapas dan setelah dikorek-korek karena over capacity dan ini enggak terlepas dari penanganan narkoba yang nggak profesional," ujarnya.
Tak hanya itu, Nasir juga mengusulkan kepada Prabowo - Sandiaga agar membuat Lapas dibuat menjadi badan tersendiri terpisah dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Hal tersebut diusulkannya lantaran banyaknya masalah yang terjadi diantara lembaga-lembaga terkait.
"Usulkan Prabowo-Sandi misal lapas tersendiri, badan sendiri, sudah lama usulan, di Kemenkumham dua rektorat (yang) bermasalah adalah imigrasi dan lapas," pungkasnya.
Baca Juga: Penipuan Wedding Organizer di Palembang, Keluarga Mau Lapor Polisi
Berita Terkait
-
Moeldoko ke Kubu Prabowo: Jangan Main-main, Saya Juga Punya Mainan
-
PKS Nilai Ada Sisi Gelap Penegakan Hukum Era Jokowi
-
Prabowo Diserang Isu Penculikan Aktivis, Mardani: Hoaks yang Miskin Konten
-
Habis Ditagih Prabowo, PKS Klaim Sudah Sumbang Dana Kampanye Pilpres
-
Cawagub DKI dari PKS Ditolak Banyak Fraksi, Gerindra: Bukan Urusan Kami
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Berapa Nilai Transfer Elkan Baggott ke Millwall FC? Tembus Rekor Pribadi!
-
Cegah Penyalahgunaan Transaksi, BRI Perketat Klasifikasi Rekening Aktif Hingga Dormant
-
Old Money Vibes! 4 Gaya Outfit Preppy Style ala Winter aespa yang Timeless
-
Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI
-
Penganiayaan Brutal Karyawati Hotel di Bintan: Pelaku Pakai Sepatu Boots
-
JPO Berulang Kali Ditabrak Truk, Dishub DKI Siapkan Rambu Batas Ketinggian
-
Tragis! Dua Bocah yang Hilang di Irigasi Singomerto Ditemukan Tewas, Terseret hingga 3,5 Km
-
Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja
-
Warnanya Merah Merona, Ini Penampakan Rumah Masa Kecil Etik Suryani yang Digeledah KPK
-
Ditanya soal Emas 74 Kg di Rumah Jampidsus, Bos BCA: Nggak Salah, Kurang Pintar Aja