Suara.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut, banyak masyarakat yang mengenal hak-hak konsumen, sehingga banyak konsumen yang masih menjadi korban penipuan.
Misalnya saja dalam jual beli online, banyak masyarakat membeli suatu produk tidak sesuai yang ditampilkan penjual.
Padahal, konsumen memunyai hak untuk melaporkan sebuah lembaga untuk mendapatkan produk yang sesuai. Maka dari itu, Enggartiasto bakal mengedukasi masyarakat terkait hak-hak konsumen tersebut.
"Kami ingin mengedukasi kepada konsumen hak-hak yang dimiliki konsumen," ujarnya di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).
Pria yang akrab disapa Enggar ini menuturkan, untuk mengedukasi hak-hak konsumen, pihaknya akan membuat kampanye Hari Konsumen Nasional. Kampanye tersebut bakal diselenggarakan di Kota Bandung, Jawa Barat.
Dengan kampanye itu, juga Enggar akan mengenalkan hak-hak konsumen yang berstandar internasional. Namun demikian, Enggar enggan merinci terkait hak-hak konsumen berstandar internasional.
"Kami juga ingin masyarakat lebih mengenal haknya lebih memenuhi standar-standar internasional yang ada," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!