Suara.com - Pernyataan Presiden sekaligus Capres nomor urut 1 Jokowi mengenai propaganda Rusia, berbuntut panjang. Kedubes Rusia meradang. Namun, benarkan model propaganda Rusia tokcer untuk memenangkan Pilpres 2019?
Jokowi tampak bersemangat tatkala berpidato di hadapan ribuan pendukungnya di pelataran Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2) akhir pekan lalu.
Ketika berpidato, Jokowi juga menyindir salah satu pasangan Capres dan Cawapres peserta Pilpres 2019 menerapkan propaganda ala Rusia, yang menurutnya buruk.
"Problemnya, ada tim sukses yang menyiapkan sebuah propaganda Rusia. Setiap saat selalu mengeluarkan semburan fitnah. Setiap saat selalu mengeluarkan semburan dusta dan hoaks,” tuturnya.
Ihwal masuknya frasa “propaganda Rusia’ dalam kosa kata elite politikus Tanah Air pada beberapa waktu terakhir adalah, tatkala Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan pada 14 Januari 2019.
Bukan soal pidatonya, melainkan Prabowo terekam video berjalan dengan pria asing di arena pidato kebangsaan.
Lelaki asing itu diduga konsultan politik asal Amerika Serikat Rob Allyn, Wakil Duta Besar Rusia untuk Indonesia, hingga pengusaha Rusia Ariel Israilov.
Belakangan, Kedubes Rusia telah membantah pria tersebut merupakan pegawai mereka di Indonesia. Namun, rumor terlanjur merebak mengenai penggunaan propaganda ala Rusia untuk menghantam lawan pada masa kampanye Pilpres 2019.
Baca Juga: Sepakat Berdamai, Terduga Pemerkosa Agni Bisa Lulus dari UGM
Selang dua hari setelah pernyataan kontroversial Jokowi, Senin (4/2/2019), Kedubes Rusia di Indonesia melalui akun Twitter @RusEmbJakarta, memberikan bantahan.
Kedubes Rusia kesal karena istilah propaganda Rusia direkayasa pada tahun 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye Presiden Donald Trump. Menurut pemerintah Rusia, istilah itu sama sekali tidak berdasarkan pada realitas.
"Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami," tulis Kedubes Rusia dalam cuitan itu.
Kedubes Rusia menutup rangkaian cuitan tersebut dengan unggahan foto Presiden Vladimir Putin berjabat tangan dengan Presiden Jokowi saat Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN - Rusia di Singapura, November 2018.
Jadi Polemik
Pernyataan Jokowi mengenai propaganda Rusia langsung menimbulkan polemik, meski praktik dan keterlibatan negeri tersebut belum memunyai bukti kuat dan layak untuk didebatkan.
Berita Terkait
-
Bukan Pendukung Jokowi Dilarang Pakai Tol Trans Jawa, Ini Penjelasan Hendi
-
Kisruh Propaganda Rusia, Kubu Prabowo: Jokowi Bisa Rusak Diplomasi
-
Kisruh Propaganda Rusia, Kubu Jokowi Minta Pemerintah Rusia Tak Salah Paham
-
Klarifikasi Jokowi Sebut Propaganda Rusia, TKN: Rusia Sahabat Indonesia
-
Ace: Tudingan Jokowi Antek Asing By Design untuk Membangun Framing
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai