Suara.com - Kalah di Sumatera, Jokowi - Ma'ruf Amin Incar Banten dan Jawa Barat
Politisi Partai Golkar yang mengusung Jokowi - Maruf Amin, Bambang Soesatyo, menanggapi hasil survei Celebes Research Center (CRC) yang menyebut pasangan calon nomor urut 01 tersebut kalah di Pulau Sumatera.
Bambang Soesatyo mengatakan Pulau Sumatera tidak terlalu menjadi fokus wilayah pemenangan mereka.
"Kalau Sumatera kemungkinan besar walaupun tidak kita lepas sama sekali, kita tetap bergerilya di sana, itu bisa dicover dengan peningkatan suara di Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah," kata Bambang Soesatyo di Bakoel Koffie, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).
Pria yang akrab disapa Bamsoet itu juga mengungkapkan saat ini Tim Kampanye Nasional (TKN) sedang mengatur strategi meraih suara di Jawa Barat dan Banten.
"Kalau Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam pengamatan kita dan sejapan dengan survei sangat aman dan terus meningkat dan kita fokuskan hari ini adalah Jawa Barat dan Banten," jelasnya.
Sebelumnya, lembaga survei Celebes Research Center (CRC) merilis survei elektabilitas kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019. Suara untuk pasangan calon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf Amin masih rendah di Pulau Sumatera.
Menurut survei CRC, paslon nomor urut 01 meraih suara 56,1 persen, sementara paslon 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mendapatkan 31,7 persen suara. Sisanya pemilih yang tidak menjawab ada di 12,2 persen.
Jika dibagi per wilayah pulau, suara untuk Jokowi - Ma'ruf Amin kalah di Pulau Sumatera yang hanya meraih 37,6 persen, sementara paslon 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno meraih 44,8 persen suara.
Baca Juga: Fahri Hamzah Samakan Prabowo Subianto dengan BJ Habibie
Survei Celebes menunjukkan paslon 01 mendominasi 6 pulau di Indonesia di antaranya Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Kepulauan Nusa Tenggara dan, Kepulauan Maluku.
Suara Jokowi - Ma'ruf Amin tertinggi berada di Pulau Papua dengan 86,7 persen, disusul Kepulauan Nusa Tenggara 81,7 persen, Sulawesi dan Maluku 60 persen, Kalimantan 61,7 persen, dan Jawa 57,2 persen.
Lembaga survei asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan ini melakukan survei terhadap 1200 responden di 34 provinsi di Indonesia dengan metode multi random sampling denvan margin of error 2,83 persen.
Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan jangka waktu 23-31 Januari 2019.
Tag
Berita Terkait
-
Jokowi: Anak Saya Jualan Martabak, Jualan Pisang Goreng Tak Apa Apa
-
Polemik Jan Ethes, KPAI Minta Capres dan Caleg Tak Ajak Anak Kampanye
-
Survei: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Turun, Prabowo-Sandi Unggul di Sumatera
-
Survei CRC: Jokowi - Ma'ruf Amin Unggul 51,6 Persen
-
Remisi Pembunuh Jurnalis Dibatalkan, BPN: Jokowi Harus Minta Maaf
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM