Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku siap menjalani pemeriksaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Ganjar akan mengklarifikasi dugaan pelanggaran kampanye saat deklarasi untuk pemenangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin di Hotel Alila Solo, Sabtu (26/1/2019) lalu.
Sesuai rencana, Bawaslu akan memanggil orang nomor satu Jawa Tengah itu pada Senin (18/2/2019) mendatang. Mengetahui jadwal pemanggilan baru akan berlangsung pekan depan, Ganjar justru ingin menjalani pemeriksaan secepatnya.
"Saya mintanya (klarifikasi) sekarang. Kesuwen (kelamaan) kalau menunggu tanggal itu," kata Ganjar, saat ditemui di Semarang, Rabu (13/2/2019).
Ganjar bahkan berharap, proses pemanggilan itu segera dilakukan secepatnya. Politisi PDI Perjuangan ini kembali menegaskan ia siap diperiksa oleh Bawaslu terkait deklarasi tersebut.
"Ndak papa dilaporin, periksa saja. Justru saya nunggu-nunggu ini, kalau tanggal 18 ya kesuwen (terlalu lama), saya minta secepatnya," tandasnya kembali.
Ganjar bersama 31 Kepala Daerah menggelar deklarasi mendukung pasangan Jokowi - Ma'ruf. Ganjar menyebut kepala daerah yang hadir kala itu adalah kader PDI Perjuangan yang sudah pasti mendukung Capres dan Cawapres nomor urut 01.
"Para kepala daerah yang hadir saat itu juga merupakan anggota partai koalisi yang tidak mungkin tidak mendukung Jokowi-Amin," tegasnya.
Adanya deklarasi tersebut kemudian memantik kontroversi. Pihak pendukung pasangan calon Presiden dan calon wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo - Sandiaga kemudian melaporkan Ganjar ke Bawaslu.
Dalam laporannya ke Bawaslu mereka menduga Ganjar melanggar ketentuan di UU Pemilu dalam kapasitasnya sebagai pejabat negara. Seperti adanya tindakan menguntungkannya, izin cuti, dan penggunaan fasilitas pemerintah.
Baca Juga: Pidana Pemilu, Ketua PA 212 Slamet Maarif Akan Diperiksa Senin Pekan Depan
"Satu lagi, kita mendeklarasikannya di hari libur dan tidak menggunakan fasilitas negara. Lalu dimana letak kekeliruannya?," ucap Ganjar.
Atas hal itu, Ganjar justru kembali menantang pihak yang akan melaporkan dirinya itu untuk membuktikan pelanggaran yang telah dia lakukan.
"Saya minta ke Bawaslu untuk tegas, jelas dan tidak ada yang abu-abu," tukasnya.
Sementara, sejumlah kepala daerah yang hadir dalam deklarasi itu satu persatu telah dipanggil oleh Bawaslu. Sampai saat ini, tinggal Ganjar Pranowo yang belum dipanggil dan dimintai keterangan.
"Gubernur Ganjar Pranowo akan kami panggil untuk klarifikasi terkait deklarasi itu. Surat pemanggilan sudah dikirim kemarin, rencana Senin pekan depan kami periksa," kata Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Jateng, Sri Wahyu Ananingsih, saat dikonfirmasi.
Kontributor : Adam Iyasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!