Suara.com - Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya ibu rumah tangga bernama Ismiati (45) yang diduga bunuh diri di Kelurahan Jengglong, Ponorogo, Jawa Timur pada Kamis (14/2/2019) pagi. Lantaran ada kejanggalan dari luka-luka di jasad korban seperti di bagian leher, tim Forensik dari RSU Bhayangkara Kediri dilibatkan untuk melakukan autopsi.
Dokter Titik Purwanti menjelaskan, berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan selama empat jam lebih, dokter forensik menemukan adanya luka lain selain leher korban. Dokter forensik RS Bhayangkara Kediri itu menyebutkan luka lain itu terdapat di bagian punggung, telapak kanan, telapak kiri dan luka bakar di bagian paha kanan.
"Kalau di leher sendiri ada 5 luka," kata Titik seperti dikutip Beritajatim.com, Sabtu (16/2/2019).
Namun, luka-luka yang dileher itu tidak sampai ke tulangnya sehingga tak sampai menyebabkan leher korban putus.
"Luka-luka itulah yang mengakibatkan memutus nafas, makanan, pembuluh darah besar kanan dan kiri,” terangnya.
Dengan hasil itu, dirinya belum bisa memastikan apakah luka-luka tersebut karena dilakukan orang lain atau akibat dari korban sendiri. RS Bhayangkara Kediri juga mengambil sampel pada tubuh korban, guna mencari apakah atau tanda persetubuhan ataupun racun di dalam tubuh sebelum ditemukan tewas.
"Sampel ini untuk pemeriksaan di laboratorium,” tandasnya.
Sumber: Beritajatim.com
Baca Juga: Livi Zheng, Sutradara Hollywood Asal Indonesia Dipuji Wapres Jusuf Kalla
Berita Terkait
-
Diduga Guru Teledor, Tiga Siswi Tewas Saat Ujian Praktik Renang
-
Viral Wanita Hijab Dianiaya, Cemburu Kekasih Berujung Penjara
-
Ancam Santet Keluarga, Residivis Begal Motor Setubuhi Gadis Belia di Bali
-
Dipicu Geber Gas, Pembalap Nasional Ini Ditusuk Sampai Tewas di Jalanan
-
Fakta Baru, Pembakar Motor Misterius Pakai Batang Korek Api Saat Beraksi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus