Suara.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai, penolakan kunjungan Cawapres Sandiaga Uno di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat lantaran kubu paslon 02 kerap menebar kabar bohong atau hoaks.
Menurut dia, hoaks yang disebarkan paslon 02 itu menyebut Jokowi - Ma'ruf Amin tidak islami. Hasto mengatakan penolakan tersebut sebagai buah hasil dari perbuatan yang dilakukan kubunya.
Ia menuturkan pada dasarnya tradisi yang ada di tengah masyarakat Indonesia ialah selalu menginginkan hidup rukun. Namun ketika mereka khususnya santri melihat seorang ulama yakni Ma'ruf Amin yang berpasangan dengan Jokowi disebut tidak islami, maka penolakan tersebut pun dinilainya manusiawi.
"Tapi ketika mereka melihat, ya Kiai Ma'ruf saja, sosok ulama dikenakan isu-isu seperti itu, seolah-olah kurang islami dibandingkan pak Prabowo, ya ada respon manusiawi seperti itu. Maka seseorang, siapa yang menabur angin akan menuai badai," ujar Hasto di Lampung, Sabtu (2/3/2019).
Ia meminta dalam kontestasi Pilpres janganlah menggunakan isu-isu yang menghasut, fitnah dan hoaks. Sebab, saat ini rakyat sudah cerdas dan memiliki nurani ketika melihat pemimpinnya dilecehkan dengan isu-isu yang tidak benar.
"Jadi mari kita saling menghormati. Itu jadi pelajaran bagi semua pihak untuk mengedepankan etika, untuk tidak perlu berkampanye dengan fitnah, tidak perlu berkampanye dengan menebar isu-isu bohong," kata dia.
Sebelumnya, sepucuk surat penolakan kunjungan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno ke Pondok Buntet Pesantren Cirebon beredar di media sosial. Penolakan tersebut bahkan sudah sampai ke telinga Sandiaga.
Surat itu dibuat pada tanggal 28 Februari 2019 dengan ditandatangani pimpinan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren Cirebon, KH Adib Rofiuddin. Berikut empat poin penolakan warga terhadap rencana Sandiaga berkunjung ke Pondok Pesantren Buntet.
Baca Juga: Berbekal Kondom, 2 Kurir Narkoba Nekat Selundupkan Sabu di Bandara Jambi
Berita Terkait
-
Satu Lawan Satu saat Debat, Ma'ruf Amin Minta Sandiaga Uno Tak Sungkan
-
Sandiaga Uno Ternyata Pernah Kena PHK dan Jadi Pengangguran
-
Baliho Jokowi - Ma'ruf Amin Dirusak dan Ditulisi PKI
-
Tangannya Luka Tercakar saat Salami Warga, Jokowi: Sakit Tapi Enak
-
Tanpa Jokowi, Opening Piala Presiden 2019 Tetap Meriah dengan Aksi Bobotoh
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai