Suara.com - Meski baru satu bulan menjalin perselingkuhan, perempuan berinisial IS (40) lebih memilih bersama kekasih gelapnya berinisial SU (40) ketimbang suaminya, Mistoyo (45). Bahkan, IS mau menuruti perintah SU untuk membunuh suaminya dengan racun sianida.
Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Tego S. Marwoto menceritakan kisah perselingkuhan berawal ketika SU berkenalan dengan IS yang sedang bermain ke rumah saudaranya.
"Mereka berkenalan saat IS main ke rumah saudaranya di Talango. Saat itu tetangga SU mengenalkan IS ke SU. Kemudian SU meminta nomor HP IS, dan hubungan mereka berlanjut,” kata Tego seperti dikutip Beritajatim.com, Rabu (6/3/2019).
Meski baru berjalan 1 bulan, namun api asmara tampaknya telah membakar mereka berdua. Bahkan mereka mengaku sudah pernah melakukan hubungan intim 1 kali di rumah IS.
“IS dan SU ini sama-sama sudah berkeluarga dan punya anak. SU punya anak satu, berumur 15 tahun,” ujar Tego.
Meski tercatat sebagai warga Talango, namun sehari-harinya, SU tinggal di Cipondoh, Tangerang. Ia membuka toko sembako di situ. SU tinggal bersama istri dan anaknya.
“Perselingkuhan antara IS dan SU tetap berlanjut, meski mereka tinggal berjauhan. Bahkan mereka berdua sepakat untuk membunuh Mistoyo, suami IS, yang dianggap sebagai penghalang cinta mereka,” ucap Tego.
Kisah cinta terlarang itupun berakhir di penjara. IS dan SU sama-sama harus mendekam di tahanan Mapolres Sumenep, dengan dugaan melakukan pembunuhan berencana.
“Mereka sama-sama dijerat pasal 338 subsider 340 KUHP, dengan ancaman pidana mati, atau seumur hidup, atau hukuman penjara 20 tahun,” terangnya.
Baca Juga: Mengerikan, Pria Ceko Tewas Diterkam Singa Peliharaannya
Diketahui, Mistoyo, warga Desa Batang-batang Laok, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep ditemukan tewas pada 13 Desember 2018 lalu. Mistoyo pertama kali ditemukan Hasiatun, anaknya, dalam kondisi kejang-kejang dan tidak sadarkan diri. Hosiatun yang melihat ayahnya kejang-kejang, langsung berteriak memanggil Haris, yang masih saudaranya. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Batang-batang menggunakan mobil milik Haris. Namun nyawa korban tidak tertolong.
Di hadapan penyidik, IS akhirnya mengakui perbuatannya, bahwa dialah yang membubuhkan racun sianida ke minuman suaminya. Saat itu suaminya meminta dibuatkan minuman berupa susu, fanta merah, dan telur. IS kemudian membubuhkan sianida, kemudian mengaduknya, dan menyajikan pada suaminya.
Sumber: Beritajatim.com
Berita Terkait
-
Besok Jalani Rehab, Polisi Serahkan Andi Arief ke BNN
-
Eljon Manik, Tewas di Tempat Sampah Gara-gara Kumpul Kebo
-
Minta Direhab, Demokrat: Andi Arief Pengguna, Tak Ada Kaitan Mafia Narkoba
-
Modus Dibantu Jadi Kaya, Keluarga Miskin Tumbalkan Anak buat Dukun Cabul
-
Wajah Diedit Jadi Bintang Porno, Sopir Pemeras Anak-anak Dibekuk Polisi
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya