Suara.com - Mantan Komandan Operasi IV GAM, Aceh Timur, Angga mengatakan terdakwa Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf merupakan salah satu orang yang mampu membawa perdamaian setelah konflik di Aceh. Tepatnya setelah penandatangan perdamaian perjanjian Helsinki pada tahun 2005 antara Pemerintah dengan GAM.
Hal itu disampaikan Angga saat menjadi saksi untuk terdakwa Irwandi Yusuf dalam perkara suap Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018 di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019) malam.
"Pasca konflik, kami percaya beliau (Irwandi) orang yang bisa buat hati nyaman, buat pemerintah Republik Indonesia. Kalau yang lain enggak. Dia (Irwandi) mampu membuat baik masyarakat di Aceh. Beliau mampu menjaga perdamaian di Aceh," kata Angga di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.
Angga menuturkan, semenjak Irwandi menjadi gubernur periode pertama pada tahun 2007, sering menjumpai mantan-mantan kombatan GAM. Dimana Irwandi terus meminta bersabar dengan kondisi kombatan GAM yang memang masih perlu diperhatikan kesejahteraanya.
"Turun ke daerah jumpa bersama kami (Irwandi). Pernah ini meminta kami untuk bersabar. Ya, kami sabar apapun sabar pun kami punya kebutuhan (kombatan GAM) anaknya, ayahnya meninggal (pasca konflik Aceh)," ujar Angga.
Lebih jauh Angga mengatakan, Irwandi dianggap selalu menyampaikan kepada kombatan GAM agar tak menganggu perdamaian. Ia juga disebut kerap mengajak kombatan GAM untuk membangun daerah Aceh secara bersama dengan baik.
"Beliau (Irwandi) kalau ke kami, jangan hentikan bentuk yang menganggu perdamaian. Kita bangun Aceh ini lebih baik bersama. Ya, kami tetap bersabar," tutur Angga
Untuk diketahui, Irwandi Yusuf didakwa menerima uang suap senilai Rp 1,05 miliar selama menjabat Gubenur Aceh. Di dalam dakwaan, Irwandi juga diduga menerima sejumlah gratifikasi sebesar Rp 32 miliar.
Baca Juga: Ngaku Teroris saat Dirazia Polantas, Bored Stres karena Dicerai Istri
Berita Terkait
-
Irwandi Terjerat Kasus Korupsi, Nur Djuli Sempat Tenangkan Kombatan GAM
-
Eks Panglima GAM Bicara Pengelolaan Keuangan Pemprov Aceh Era Irwandi Yusuf
-
Tak Pernah Bicara Proyek, Saksi Syok Saat Irwandi Yusuf Ditangkap KPK
-
Kepala Bappeda Sebut usulan Aceh Marathon Bukan dari Irwandi Yusuf
-
Kepala Bappeda Aceh: Gubernur Irwandi Kerap Ingatkan Soal Penggunaan DOKA
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Kisah Pak Minta: Curi Labu Siam Demi Menu Buka Puasa Ibu yang Renta hingga Tewas Dipukuli Tetangga
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora