Suara.com - Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyayangkan adanya temuan daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah dan invalid berjumlah 17,5 juta.
Bahkan, Amien khawatir jika nantinya hal tersebut berdampak pada tidak sahnya pemilihan umum atau pemilu lantaran DPT yang carut marut.
Ia mengemukakan, jika sampai terjadi pemilu atau pilpres yang tidak sah, maka pemimpin yang dihasilkan juga tidak sah.
"Dikhawatirkan kita akan menerima sebuah illegitimate election. Kalau election-nya illegitimate, kira-kira presidennya juga tidak legitimate," ujar Amien saat membuka pertemuan kubu Prabowo - Sandi untuk membahas 17,5 juta DPT bermasalah di Gedung Nusantara DPR RI, Ruang KK III, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3/2019).
Dalam pertemuan tersebut dipaparkan DPT yang dinilai invalid karena mempunyai kesamaan data yang jumlahnya banyak.
Terlebih, data tersebut memiliki kesamaan nama, tanggal lahir dan alamat.
Tak hanya itu, masih adanya data yang menujukan tanggal lahir dengan usia melebihi satu abad juga menjadi temuan invalid.
Amien mengatakan, pemaparan terakhir DPT bermasalah tersebut, bukan merupakan upaya untuk mendelegitimasi KPU. Melainkan, membantu KPU memperbaiki data-data DPT bermasalah menjelang 17 April 2019.
"Dan saya mengatakan saudara-saudara bahwa buat kami yang namanya rekayasa, rekapaksa, rekadaya manusia secanggih apapun akan berakhir dengan sebuah kegagalan, kalau didasarkan pada kebatilan, pada kepalsuan, pada sesuatu yang sifatnya hoaks, palsu dan sebagainya," tutur Amien.
Baca Juga: Hakim Aswanto Diangkat Jadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi
Berita Terkait
-
Sempat Tolak, Kubu Prabowo Akhirnya Setuju Metro TV Penyelenggara Debat
-
Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi Jadi Moderator Debat Keempat Pilpres 2019
-
KPU - Bawaslu Beda Pendapat soal PNS Boleh Ikut Kampanye Terbuka Pilpres
-
Ditetapkan! Ini Format Baru dalam Debat Keempat Pilpres 2019
-
Buntu, KPU Hari Ini Belum Tetapkan Dua Nama Moderator Debat Capres
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin