Suara.com - Polres Siak, Provinsi Riau, menangkap seorang pelaku penculikan anak. Tersangka tak lain merupakan sahabat dari orang tua korban. Dalam aksinya, tersangka berinisial DN (38) menculik RA, bocah 8 tahun yang sudah menganggap pelaku sebagai paman.
Di balik keberhasilan polisi mengungkap kasus penculikan itu, ada kisah keberanian bocah RA yang berhasil kabur dari penyekapan tersangka. Bahkan, korban melarikan diri dari malam hingga dini hari. Selama berjam-jam menyusuri hutan hingga akhirnya berhasil diselamatkan warga.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, mengatakan, pelaku DN yang sejatinya sudah ditolong oleh keluarga korban itu, kini telah ditahan di Mapolres Siak.
"Pelaku ditangkap di Kecamatan Tualang. Sekarang ditahan di Polres Siak untuk proses lebih lanjut," katanya seperti dilansir dari Riauonline.co.id (jaringan Suara.com).
Sunarto menjelaskan, bahwa aksi penculikan tersebut terjadi di Kecamatan Bungaraya, Siak tengah pekan ini. Tersangka sendiri adalah tetangga korban. Bahkan, orang tua korban yang mengajak tersangka bekerja sebagai petani di kebun miliknya.
Dalam aksi penculikan itu, tersangka sempat mengirim pesan singkat atau SMS kepada orang tua korban dan meminta uang tebusan Rp 100 juta. Namun karena keberanian si anak dengan melarikan diri dalam keadaan tangan terikat serta mulut dibekap, aksi itu gagal total.
Kronologi Kejadian
Korban penculikan anak, yakni RA diketahui adalah seorang murid kelas III SD di Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak. Anak berusia delapan tahun ini berjalan lebih dari lima jam hingga menemukan rumah warga pada Kamis (28/3/2019) dini hari.
"Perkiraan dia pukul 22.00 WIB ditinggalkan, dilakban mulutnya, kaki tangan diikat lalu berusaha dilepas. Tak tahu dia berada di mana, lalu jalan kaki sampai sekitar pukul 02.00 WIB," kata ayah korban, Jaenal (50) ketika ditemui di rumahnya di Kecamatan Bungaraya, Siak, Kamis.
Baca Juga: BPN Sesalkan Cara Diplomasi Jokowi karena 4 Kali Absen Sidang PBB
Menurutnya, pelaku DN adalah sama-sama orang Jawa Barat dan tinggal persis di belakang rumah Jaenal setahun terakhir. Jaenal memberi tumpangan rumah miliknya dan juga memberi kerja menanam palawija di tanah sekitar.
Sesekali pelaku juga diajak Jaenal bekerja serabutan, namun saat ini tak ada lagi. Akhirnya pelaku mengatakan akan pulang ke Jawa pada Selasa (26/03).
Hingga kemudian pada Rabu (27/03) sore, pelaku ternyata masih di Siak dan mengajak korban RA dengan sepeda motor. Korban tak dipaksa dan mengikut saja karena ketika itu bersama anak tiri perempuan pelaku yang berumur 15 tahun.
"Anak tiri pelaku sering main juga di sini, karena dia pamit, dia dititip dua kilometer dari sini. Istrinya di Pekanbaru, dan dia (pelaku) katanya pergi ke Jawa," ungkapnya.
Jaenal menuturkan, ceritanya korban awalnya diajak main ke Siak lalu berhenti, kata pelaku mau ganti baju. Setelah itu berkendara lagi dan berhenti lalu melakban mulut dan mata korban.
Tangan dan kaki bocah RA juga diikat, hingga kemudian ditinggalkan di hutan seorang diri tengah malam.
Korban akhirnya berjalan menyusuri hutan karet hingga melihat rumah warga di Dusun Tumang, Kecamatan Siak. Dia mengetuk pintu minta menumpang duduk dan selanjutnya dilaporkan kepada kepala dusun setempat.
Pada pagi harinya kemudian Kamis (28/03) pukul 06.00 WIB kabar itu diinformasikan ke pihak keluarga. Hingga kemudian pelaku berhasil diringkus Kepolisian Resor Siak pada pukul 10.00 WIB.
Berita Terkait
-
WNI dan Suaminya Rekayasa Penculikan Sendiri Demi Uang Tebusan Rp 2,3 M
-
4 Sikap Keluarga Korban Penculikan 1998 Tolak Prabowo - Tantang Wiranto
-
Kisah Faisol Reza, Diculik dan Disiksa Sampai Stress Dibuntuti Intel
-
Keluarga Aktivis 98 yang Hilang Mengadu ke Moeldoko
-
Keluarga Korban Penculikan 98: Pilih Jokowi, Jangan Pilih Monster Itu!
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri
-
Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama
-
Jerit Keadilan Keluarga M Berlian di DPR: Vonis Seumur Hidup Cuma Modal Lie Detector!
-
Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'
-
Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal
-
Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha
-
Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu
-
Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat
-
'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah
-
Biar Setara dengan TNI, Dasco Sebut Usulan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Layak Dipertimbangkan