Suara.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memuji kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) setelah sempat mengkritiknya. Ia menyebutkan, ada kemajuan dari KPU dalam mengatasi masalah terkait penghitungan suara Pemilu 2019.
Kemajuan itu, disebutkan Mahfud MD, mulai tampak sejak Minggu (21/4/2019) pukul 22.00 WIB. Ia menjelaskan, input data hasil pemungutan suara pilpres lebih lancar.
Menurut guru besar Fakultas Hukum Univeristas Islam Indonesia (FK UII) Yogyakarta itu, input data tiga hari sebelumnya tersendat karena dilakukan secara bersamaan untuk pilpres dan pileg.
Sementara sekarang, Mahfud MD menyebutkan, KPU mengutamakan input data pilpres terlebih dahulu, yang ia anggap sebagai keputusan yang benar, demi menghindari berbagai prasangka.
"Ada kemajuan di @KPU_ID sejak jam 22 tadi malam. Input data Pilpres lebih lancar. Tiga hari sebelumnya tidak lancar karena semua data Pilpres, Pilleg (DPR/DPD/DDPRD) berebutan dimasukkan, sehingga terjadi bottle neck, tersendat semua. Betul KPU prioritaskan data Pilpres dulu agar tak dituduh macam-macam," cuit pengguna akun Twitter @mohmahfudmd itu, Senin (22/4/2019).
Sehari sebelumnya, Mahfud MD mengomentari keributan yang muncul dari kedua kubu paslon Pilpres 2019, setelah pendukung paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi menuduh KPU melakukan kecurangan saat memasukkan data formulir C1 dari sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).
Mahfud MD berpendapat, salah satu faktor timbulnya kekacauan itu adalah kurang profesionalnya KPU dalam menangani masalah yang berkenaan dengan teknologi informasi (TI).
"Kekisruhan yang sekarang terjadi, antara lain, disebabkan juga oleh kurang antisipatifnya KPU dalam penanganan IT, sehingga terkesan kurang profesional. Masak, salah input data sampai di sembilan daerah? Masak dalam tiga hari baru terinput 5%?
Penghitung swasta/perseorangan saja sudah lebih di atas 50%," ungkapnya.
Baca Juga: Kocak! Pesen Makanan Online, Driver Ojolnya di Tengah Laut
Tag
Berita Terkait
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Mahfud Tegaskan Polisi Tak Bisa Menolak Putusan Praperadilan Kasus Andrie Yunus
-
'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?
-
Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan
-
Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil
-
Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
-
Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar