Suara.com - Ayah almarhum Harun, Didin Wahyudin (45) mengaku terpukul atas kepergian anak tercintanya. Terlebih penyebab meninggalnya anaknya itu hingga saat ini masih misterius.
Harun sendiri merupakan warga Duri Kepa, Kebayoran Baru, Jakarta Barat yang meninggal dunia akibat kerusuhan 22 Mei
Didin mengatakan banyak kabar simpang siur terkait penyebab meninggalnya Harun. Ada yang menyebut Harun meninggal tertembak saat berdiri di atas sebuah mobil ketika terjadi kerusuhan di Slipi hingga kabar penganiayaan oleh oknum aparat kepolisian yang baru-baru ini viral dalam sebuah potongan video di media sosial.
"Tapi ceritanya simpang siur, ada yang bilang anak saya lagi berdiri di atas mobil anak saya ditembak. Ada video baru lagi, katanya anak saya diseret di sebuah lapangan, dipukuli rame-rame, diinjak, pokoknya dianiaya," tutur Didin saat ditemui di rumah duka, RT 09/RW 10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (24/5/2019).
Sementara itu, Didin mengaku baru mendapat kabar kalau anaknya itu meninggal dunia pada Kamis (23/5/2019) malam dari sebuah grup WhatsApp yang mengabarkan ada anak berusia sekitar 14 tahun terkena luka tembak dan tengah dirawat di RS Dharmais.
Mendengar kabar tersebut, Didin yang khawatir mengingat anaknya tak ada kabar sejak keluar rumah pada Rabu (22/5) siang itu lantas segera bergegas ke RS Dharmais. Kemudian, setelah tiba di RS Dharmais ternyata Harun sudah dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur lantaran saat ditemukan dilokasi yang bersangkutan tidak membawa identitas.
"Dia memang tidak membawa identitas, dari rumah dia juga nggak pamit. Karena nggak ada identitas jadi dibawa langsung ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Jadi saya ambil anak saya di sana," ujarnya.
Lebih lanjut, Didin mengaku tidak melihat bekas luka pada jenazah Harun. Sebab, kondisi Harus saat diambil di RS Polri Kramat Jati sudah dalam posisi dikafani. Hanya, Didin curiga anak tercintanya itu meninggal akibat dianiaya.
"Saya cuma melihat bagian wajahnya aja karena sudah dibungkus. Jadi udah rapi udah di mandikan. Memang pas saya pegang kepalanya memang udah lembek. Ada bekas penganiayaan. Jadi anak ini sepertinya ada penganiayaan," ungkapnya.
Baca Juga: Keluarga Korban Kerusuhan 22 Mei: Harun Keras, Tapi Bukan Anak Nakal
"Keluarga merasa kehilangan karena anak saya tadinya sehat bawa kemari sudah mayat, menurut saya sih itu sudah suatu pembunuhan ya. Itu udah pembunuhan saya pikir, hukumnya udah jadi hukum rimba," imbuhnya.
Lebih lanjut, Didin mengatakan pihak RS Polri Kramat Jati juga telah melakukan autopsi terhadap jenazah Harun. Namun, kekinian pihaknya belum menerima berkas hasil autopsi tersebut.
"Belum saya belum menerima sama sekali. Saya juga enggak sempat minta karena tidak mengerti terus panik juga pengen buru-buru jenazah cepat keluar. Jadi nggak menanyakan itu lagi jadi bawa surat yang ada untuk izin pengambilan (jenazah) itu aja," ucapnya.
Berita Terkait
-
KPAI Sebut Anak-Anak Dalam Kerusuhan 22 Mei Tak Izin untuk Demo
-
Reyhan Dikenal Sebagai Pemuda Aktif di Generasi Muda Masjid
-
Pengakuan Bocah Kelas 3 SMP Ikut Kerusuhan 22 Mei: Nyari Keadilan doang sih
-
Meninggal Saat Kerusuhan 22 Mei, Harun Diduga Alami Luka Tembak di Dada
-
Dijarah saat Kerusuhan 22 Mei, Dua Pedagang Ini Dikasih Modal oleh Jokowi
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin