Suara.com - Saudara perempuan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman akan disidangkan di Paris bulan depan, atas tuduhan menyuruh pengawalnya memukuli seorang pekerja di ibu kota Perancis, kata sebuah sumber kepada kantor berita AFP hari Rabu (12/6).
Kasus terhadap Putri Hassa binti Salman berasal dari dugaan serangan di Avenue Foch, apartemen mahal di Paris barat pada September 2016.
Sidang pengadilan dijadwalkan pada 9 Juli, kata sumber itu. Tersangka korban mengatakan, ia dipekerjakan untuk melakukan perbaikan di apartemen Putri Hassa. Putri itu marah setelah pekerja itu memotretnya, dan sang putri menuduhnya foto itu akan dijual ke media.
Dia menuduh sang putri, yang dikatakan berusia 40-an, kemudian memerintahkan pengawalnya untuk memukulinya.
Majalah Le Point melaporkan, putri itu berteriak: "Bunuh dia, anjing, dia tidak pantas hidup".
Pekerja itu mengatakan, ia dipukul di wajahnya, tangannya diikat dan dipaksa untuk mencium kaki sang putri selama disiksa satu jam.
Sementara peralatan kerjanya disita sebelum dia diijinkan pergi.
AFP melaporkan pada saat kejadian bahwa luka-lukanya sangat parah sehingga ia diminta untuk tidak bekerja selama delapan hari. (Sumber: VOA)
Baca Juga: Yuk, Sejenak Mengintip Isi Garasi Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud
Berita Terkait
-
Raja Salman Kirim Telegram ke Jokowi: Selamat atas Kemenangan Anda Tuan....
-
Raja Salman dari Arab Saudi Ucapkan Selamat untuk Jokowi
-
Jokowi Hiasi Sampul Majalah Millenial Arab Saudi, Ternyata Ini Isinya
-
Puan Diizinkan Menyulam Kain Penutup Kakbah Berbahan Benang Emas Murni
-
Ani Yudhoyono Pernah Masuk Makam Nabi Muhammad? Ini Jawaban 3 Saksinya
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau