Suara.com - Tim kuasa hukum Capres - Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin meminta majelis hakim Mahkamah Konstitusi untuk mengabaikan dalil pemohon yakni kubu Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dengan mengutip artikel profesor Australia, Tim Lindsey.
Pengabaian itu diminta kubu Jokowi - Maruf Amin karena dinilai pihak pemohon telah mengutip artikel yang berjudul Is 'Indonesia Sliding Towards a Neo New Order?' tersebut.
Dalam sidang perdana yang digelar 14 Juni lalu, anggota tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga, Denny Indrayana sempat mengutip artikel Tim Lindsey yang dianggap menjadi penunjang bagi dugaan apabila Jokowi tengah menjalani pemerintahan otoriter.
Menjawab hal tersebut, anggota tim kuasa hukum Jokowi - Maruf Amin, Luhut Pangaribuan mengatakan bahwa kubu Prabowo - Sandiaga telah keliru dalam mengutip artikel itu.
"Pemohon telah secara serampangan dan keliru mengutip pandangan Indonesianis dari University of Melbourne, Profesor Tim Lindsey dengan menuduh pihak terkait selaku petahana sebagai rezim otoriter dan Orde Baru," kata Luhut dalam sidang yang dilangsungkan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (18/6/2019).
"Tulisan Lindsey sebagaimana terlihat dari judulnya āIs Indonesia Sliding Towards a Neo New Order?ā merupakan tulisan opini singkat yang bersifat pertanyaan," sambungnya.
Kemudian, Luhut menjelaskan bahwa artikel yang ditulis Tim itu berisikan soal pandangannya melihat beberapa kejadian politik di Indonesia dan menjadi tantangan bagi Jokowi pada dua tahun ke depan sejak terselenggaranya Pemilu 2019. Dalam artikelnya, Tim Lindsey malah memprediksi Jokowi akan kembali terpilih ketimbang Prabowo di Pilpres 2019.
Tidak ada jawaban tegas terkait pertanyaan dalam judul yang diungkapkan olehnya. Tulisan yang dibuat tahun 2017 ini merespon beberapa kejadian politik di Indonesia yang dianggapnya sebagai tantangan bagi Jokowi hingga 2 tahun ke depan, saat Pemilu 2019.
"Sebagaimana termaktub secara eksplisit dalam tulisannya "After all, if former general Prabowo Subianto runs again against him, most of civil society will have little chance but to stick with Jokowiā¦", " jelasnya.
Baca Juga: Udara Jakarta Kotor, Puluhan Orang Gugat Presiden Jokowi Juni Ini
Karena itulah, tim kuasa hukum Jokowi - Maruf Amin meminta agar dalil kubu Prabowo - Sandiaga yang menyebutkan pemerintahan Jokowi bergaya otoriter untuk diabaikan. Hal itu dikarenakan dalil Prabowo - Sandiaga itu malah tidak sesuai dengan kutipan yang digunakan.
"Dalil pemohon ini karenanya bersifat asumtif dan tidak tepat sebagaimana dimaksud oleh penulisnya sendiri, dan karenanya merupakan tindakan tidak etis secara intelektual serta tidak patut secara hukum," ujarnya.
"Berdasarkan hal ini, beralasan bagi Mahkamah untuk mengenyampingkan dalil ini," tandasnya.
Berita Terkait
-
Sidang Gugatan Prabowo Digelar, Ada Jelangkung dan Aksi Usir Setan di MK
-
Link Berita Media Online Bukan Alat Bukti, Kubu Prabowo: Menghina Jurnalis
-
Disebut Kubu Prabowo Over Pede, Ketua KPU: Saya Cukup Optimistis
-
Ditagih Bukti saat Sidang, Kubu Prabowo Justru Tantang Balik KPU
-
Tim Hukum Prabowo: KPU Over Pede!
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
GAC Beberkan Filosofi di Balik Pengembangan Mobil Listrik AION V
-
Review Film Colors of Evil: Black, Kematian dan Misteri Kota yang Bungkam!
-
Ini Tema dan Logo Hari Pramuka 14 Agustus 2026, Simak Makna di Baliknya
-
Benarkah Feng Shui Rumah Tusuk Sate Bawa Sial? Simak Fakta dan Cara Menyiasatinya
-
Film Spider-Man: Brand New Day Cetak Rekor Preview Tertinggi Sepanjang Masa
-
Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 Dorong Adopsi Samsung Health, Pengguna Aktif Tembus 2,5 Juta
-
Personel Band Massive Attack Dicekal Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina saat Konser
-
Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
-
Review The White Tiger: Potret Ketimpangan Sosial yang Memancing Dilema Moral
-
Kemarau Menggigit, Warga Bantul Sedot Selang demi Dapat Air