Suara.com - Meski Pilpres 2019 telah berlalu, berbagai isu seputar kontestasi politik tersebut masih hangat diperbincangkan.
Polemik Pilpres 2019 masih terus bergulir menanti putusan resmi dari Mahkamah Konstitusi yang akan diumumkan pda Kamis (27/6/2019).
Pernak-pernik sepanjang sidang gugatan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi masih menjadi sorotan. Satu per satu fakta terbongkar.
Berikut Suara.com merangkum berita populer seputar Pilpres 2019 sepanjang Selasa (25/6/2019).
1. Bukti Kecurangan Dilengkapi Allah, Disindir Tompi
Teuku Adifitrian atau dikenal Tompi, penyanyi jazz kenamaan Indonesia memberikan sindiran pedas terhadap Ketua Tim Hukum capres cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yakni Bambang Widjojanto.
Sindiran Tompi itu terkait pernyataan Bambang Widjojanto yang mengakui optimistis Mahkamah Konstitusi bakal mengabulkan permohonan sengketa hasil Pilpres 2019.
Soal minimnya bukti yang bisa diajukan ke MK, Bambang mengatakan "Biarkan Allah yang melengkapi seluruh bukti itu. Ini simple aja gitu lho."
Melalui akun Twitter miliknya, Tompi juga membuat tagar #AjaranBambang melengkapi sindirannya untuk Bambang Widjojanto.
Simak berita selengkapnya di sini.
Baca Juga: Fenomena Embun Upas Meluas, TNBTS Imbau Wisatawan Harus Jaga Kondisi
2. Penyebab KPPS Meninggal Bukan Karena Diracun
Peneliti dari Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengklaim tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada jasad ratusan pegawai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, dosen UGM Riris Andono Ahmad menyebut meninggalnya ratusan petugas KPPS adalah hal wajar. Hasilnya, 80 persen meninggal karena riwayat penyakit kadiovaskular dan 90 persen karena riwayat merokok.
Simak berita selengkapnya di sini.
3. Kebohongan Beti Kristiana Dibongkar Camat Juwangi
Kesaksian Beti Kristiana dalam sidang gugatan Pilpres 2019 terus menjadi sorotan publik. Kini, Camat Juwangi, Boyolali Tusih Priyanta membantah kesaksian Beti dalam sidang.
Dalam kesaksiannya, Beti mengakui melihat empat hingga 5 karung berisi amplop berhologram iduga terkait hasil pemilu dibiarkan tercecer di luar ruangan Kantor Kecamatan Juwangi pada malam setelah pemungutan suara.
Tusih Priyanta menegaskan kesaksian Beti tidak memiliki landasan apapun dan bisa dilaporkan sebagai kesaksian palsu. Ia memastikan klaim Beti mengenai amplop tidak pernah ditemukan di Kantor Kecamatan Juwangi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi