Mengomentari perpanjangan sanksi Rusia terhadap Uni Eropa hingga akhir tahun 2020, Putin menggarisbawahi bahwa negara-negara Uni Eropa kehilangan jutaan dolar karena sanksi, tetapi mengakhiri sebagian besar tergantung pada Uni Eropa.
Uni Eropa pertama kali menjatuhkan sanksi ekonomi pada Rusia pada tahun 2014 atas perannya dalam konflik di Ukraina.
Sebagai tanggapan, Rusia menghentikan impor beberapa makanan Eropa dan produk lainnya.
Ukraina telah dirusak oleh konflik sejak Maret 2014 setelah aneksasi Krimea oleh Rusia setelah pemungutan suara kemerdekaan yang ilegal.
Majelis Umum PBB memilih untuk mengumumkan pencaplokan Rusia secara ilegal.
Aneksasi Rusia membuat negara-negara Barat, termasuk AS, menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.
Bersama dengan Majelis Umum PBB, AS, UE dan Turki tidak mengakui Krimea sebagai wilayah Rusia.
Konferensi pers Putin mengikuti kunjungan kenegaraan satu hari ke Italia, di mana ia bertemu dengan Paus Francis, Presiden Italia Sergio Mattarella dan Perdana Menteri Conte
Dia membahas krisis Suriah, Venezuela dan Ukraina dengan Paus.
Baca Juga: Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata di Libya
Sumber: Anadolu
Berita Terkait
-
Dipajang di Eropa, Mobil Vladimir Putin Malah Bikin Warga Indonesia Baper
-
Surat Kabar Rusia Dianggap Sindir Jokowi Soal Bahasa, Begini Jawabannya
-
Dikritik Sebut Putin Perdana Menteri, Tengku Zul Malah Diserang Lagi
-
Bandingkan Indonesia dan Rusia, Teuku Zul Dirisak Warganet Salah Beri Data
-
Presiden Rusia Sebut AS Jegal China Lewat Huawei
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Penasaran Harta Terbaru Prabowo-Gibran? KPK: Sudah Lapor dan Bisa Dicek Publik!
-
Dapat Semangat Prabowo, Mahasiswa Indonesia di Korea: Memotivasi Saya Berkontribusi bagi Indonesia
-
Modal Uang Print Biasa, Begini Cara Dukun Gadungan Mahfud Jerat Korban Penggandaan Uang di Bogor
-
KPK Tetapkan 2 Pengusaha Tersangka Kasus Haji, Bantahan Gus Yaqut di Ujung Tanduk?
-
DJKI dan BRIN Dorong UMKM Bali Lindungi Kekayaan Intelektual
-
Disaksikan Pemiliknya, KPK Geledah Rumah Ono Surono Terkait Skandal Proyek di Pemkab Bekasi
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Guru Besar UI: Indonesia Tak Bisa Gugat Langsung, Harus Lewat PBB
-
Terima Aduan Kasus Pelecehan Seksual Mandek Setahun, Anggota DPR Bakal Minta Penjelasan APH
-
Terkuak! Ini Alasan Polisi Periksa Karni Ilyas Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Trump: AS Akan Keluar dari NATO! PM Inggris Balas 'Bodo Amat'