Suara.com - Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon mengkritisi wacana kebijakan rektor asing yang direncanakan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi atau Menristekdikti Mohamad Nasir.
Melalui akun Twitter @jansen_jsp, Jansen menyindir dengan mempertanyakan latar belakang Nasir yang merupakan mantan rektor di salah satu universitas. Sebelumnya Nasir beralasan rencana mendatangkan rektor asing bertujuan agar universitas di Indonesia dapat dengan cepat bertaraf dunia.
"Ada-ada saja Menteri satu ini. Bapak dulu bukannya mantan Rektor Undip ya? Gagal juga dong berarti anda?" cuit Jansen menanggapi berita terkait Nasir seperti dikutip Suara.com, Jumat (2/8/2019).
Jansen kemudian mengusulkan Nasir agar menjadikan anak bangsa alumni perguruan tinggi luar negeri untuk diangkat menjadi rektor, ketimbang harus mengangkat orang asing.
"Ketimbang ngimpor orang asing, lebih baik putra-putri terbaik Indonesia lulusan universitas asing terbaik aja dulu dicoba jadi rektor. Misalnya para lulusan kampus Ivy league," kata Jansen.
Diketahui, Menristekdikti Mohamad Nasir mengaku dibully karena rencana merekrut rektor asing untuk universitas di Indonesia. Nasir menjelaskan perguruan tinggi di Indonesia akan sulit mencapai kelas dunia jika menolak rencana impor rektor.
"Saya hanya berpikir bagaimana perguruan tinggi di Indonesia bisa masuk kelas dunia, itu saja," kata Nasir saat menghadiri pengambilan sumpah dokter baru Universitas Diponegoro Semarang, Kamis (1/8/2019).
Menurut dia, jika ingin perguruan tinggi maju maka harus berkolaborasi.
"Tanpa kerja sama dengan PT yang sudah kelas dunia tidak mungkin," katanya.
Baca Juga: Menristekdikti Jamin Rekrutmen Rektor Asing Takkan Ubah Kultur Kebangsaan
Ia menjelaskan wacana untuk menggunakan jasa rektor dari luar negeri sudah ada sejak 2016. Namun Ia mengakui penolakan atas wacana pada saat itu sangat luar biasa. Oleh karena itu, ia mengharapkan adanya perubahan perguruan tinggi di Indonesia.
Berita Terkait
-
Menristekdikti Jamin Rekrutmen Rektor Asing Takkan Ubah Kultur Kebangsaan
-
Menristek Ingin Rekrut Rektor Asing, Politikus Demokrat Beri Sindiran
-
Jokowi Impor Rektor Asing, UNAIR: Tak Jamin Majukan Kualitas Pendidikan
-
Jokowi Setuju Impor Rektor Asing, Dimulai Tahun 2020
-
Impor Rektor Asing Dibully, Menristekdikti: Gimana Bisa Masuk Kelas Dunia?
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Pemprov DKI 'Guyur' Warga Ciganjur dengan Sembako Murah dan Kacamata Gratis
-
Prabowo Buka Bersama Ulama di Istana, Dapat Saran Keluar dari BoP
-
Resmi! Biaya Pemakaman di Jakarta Kini Nol Rupiah
-
Jimly Mau Bisik-bisik ke Prabowo, Minta Waktu Lapor Hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri
-
Cegah Korban Jiwa Terulang, Pramono Anung Percepat Penertiban Kabel Semrawut di Jakarta
-
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Terapkan Protokol Khusus Selama Situasi Perang
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Bikin Haru! Isi Lengkap Surat Megawati untuk Iran atas Gugurnya Ali Khamenei
-
Satu Meja di Istana Merdeka: Prabowo Buka Puasa Bareng Pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI
-
Sisi Gelap Kapal Cumi Tiongkok: Separuh Awak Alami Kekerasan hingga Aktivitas Merusak Lingkungan