Suara.com - Calon Pimpinan KPK, Alexander Marwata menjadi peserta pertama dalam uji publik dan wawancara yang dilaksanakan tim Pansel KPK di Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).
Salah satu anggota Pansel KPK, Hendardi memberikan pertanyaan kepada Alexander terkait upaya apa saja yang mampu melemahkan KPK.
"Anda pasti tahu upaya pelemahan KPK, pertanyaan apa saja upaya atau bentuk pelemahan KPK?" tanya Hendardi.
Tanpa perlu waktu lama pun memberikan jawaban, Alexander yang masih menjabat sebagai Wakil Ketua KPK itu mengatakan, salah satu upaya pelemahan KPK terkait masalah penyadapan.
"Selama ini yang dikhawatirkan pihak luar soal proses penyadapan, ada upaya itu, atas izin pengadilan," jawab Alex, sapaan karib Alexander Marwata.
Alex kembali menambahkan bahwa upaya penyada0an dilakukan oleh KPK sudah sesuai prosedur dalam penyelidikan.
"Selama ini kan kita (KPK) dari penyelidikan sudah boleh dilakukan penyadapan tanpa izin," katanya.
Untuk diketahui, 20 peserta akan diberi waktu selama kurang lebih 60 menit untuk menjawab pertanyaan yang diajukan panelis dan Pansel KPK.
Terkait tes ini, tim Pansel KPK yang terdiri dari 9 anggota akan mendapatkan maksimal waktu 40 menit untuk memberikan pertanyaan kepada para peserta Capim KPK. Sedangkan dua panelis perwakilan masyarakat, yakni Meutia Gani, pakar Sosiologi dan Luhut Pangaribuan Ahli pidana mendapatkan waktu 20 menit.
Baca Juga: Penasihat KPK Tsani Annafari Ancam Mundur, Alexander Marwata: Itu Hak Dia!
Adapun 7 peserta yang akan mengikuti tes uji publik dan wawancara di antaranya yakni :
Wakabareskrim Irjen Anton Novambar
Dosen Sespim Polri Brigjen Bambang Sri Herwanto
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri
Komisioner KPK Alexander Marwata
Karyawan BUMN Cahyo R.E Wibowo
Auditor BPK I Nyoman Wara
Penasihat Menteri Desa Jimmy Muhammad Rifai Gani
Berita Terkait
-
Hari Ini, Capim KPK Jalani Tes Uji Publik dan Wawancara
-
KPK Minta Pansel Tahan Kritikan dan Fokus Pilih Capim Terbaik
-
Penasihat KPK Tsani Annafari Ancam Mundur, Alexander Marwata: Itu Hak Dia!
-
Usai Tes Kesehatan Capim KPK, Alexander Marwata Berharap Hasilnya Baik
-
Jokowi Diminta Ganti Tiga Pansel KPK, Nasdem: Pansel Tak Ada Cacat
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!
-
Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan
-
Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri
-
Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi
-
Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta
-
AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini
-
Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya
-
Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar
-
Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran
-
Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad