Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyesalkan pengesahan pembahasan Revisi UU KPK oleh DPR RI. Laode menuding revisi tersebut ada maksud tersembunyi.
Laode mengatakan pembahasan revisi UU KPK cacat karena prosesnya yang tidak transparan. Seharusnya pemerintah dan parlemen memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, terutama soal transparansi.
"Kalau semua mengerjakan melalui yang tertutup -tertutup seperti itu memangnya ada yang mau ditutup-tutupi? Tanyalah masyarakat Indonesia. Apakah itu sesuai dengan aspirasi masyarakat ?" kata Laode usai bertemu dengan anggota DPRD Kota Malang pada Jumat (6/9/2019).
Ia meyakini, segala hal yang dimulai dengan ketertutupan, ada sesuatu yang ingin disembunyikan dari publik atau masyarakat.
"Bukannnya kami defensif, tapi kalau mau mengubah UU KPK, maka dikonsultasikan kepada masyarakat Indonesia. Yang memilih (DPR) kan masyarakat," ujarnya.
Selain itu, lanjut Laode, KPK juga tak pernah diajak bicara terkait revisi UU tersebut.
"KPK enggak pernah diajak ngomong, tiba-tiba kita sudah lihat ada draf-nya lengkap seperti itu. Ketua DPR kita konsultasikan katanya tidak mengetahui. Presiden ditanyai oleh teman-teman media juga tidak mengetahui," sambung dia.
Menuru Laode hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan pemerintah dan legislatif dalam pemberantasan korupsi.
"Itu pertanyaan besar dari KPK dan masyarakat Indonesia menilai keseriusan pemerintah dan parlemen dalam mencegah dan memberantas korupsi," tutupnya.
Baca Juga: Kirim Surat ke Jokowi, Saut Minta Revisi UU KPK Dipertimbangkan
Kontributor : Aziz Ramadani
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Suami
-
Soal Proyek LRT City, Iwan Aras Tegaskan ADCP Harus Tanggung Jawab Atas Konsumen
-
Malan Ini Lawan Indonesia, Pelatih Vietnam Geram dengan Wartawan: Jangan Bongkar Kelemahan Kami
-
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Lima Orang Meninggal, KNKT Selidiki Penyebab
-
Menuju Akreditasi Unggul 2027, Universitas Muhammadiyah Jambi Gelar Baitul Arqam Dosen & Tendik
-
Perusahaan Fintech Tak Pernah Berubah? Justru Itu yang Harus Diwaspadai
-
Komisi VI: Tantangan Kopdes Merah Putih Kini Bukan Sosialisasi, tetapi Kepercayaan Publik
-
Kasus Bigmo Dinilai Ancam Anak Jadi Target Promosi Vape, FKBI Desak Polisi Lanjutkan Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar
-
Pemerintah Luruskan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang, Produk Ikutan Tak Dilarang