Suara.com - Perwakilan mahasiswa Papua dari Asrama Kamasan Surabaya mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, terkait penetapan tersangka pendamping hukum mereka Veronica Koman oleh Polda Jawa Timur. Aduan tersebut diterima Komnas HAM, Senin (9/9/2019).
Saat mengadu, perwakilan mahasiswa Papua dari Surabaya itu didampingi Solidaritas Pembela Aktivis Hak Asasi Manusia yang terdiri dari LBH Pers, LBH Jakarta, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), KontraS Surabaya, Yayasan Satu Keadilan, Amnesty Internasional Indonesia dan Perlindungan Insani.
Salah satu perwakilan, Hendrik, mengatakan Veronica Koman adalah sosok yang sangat mendengarkan aspirasi orang-orang Papua, semua yang disampaikan Veronica adalah fakta.
"Saya ingin ingatkan satu hal kepada rakyat Indonesia secara keseluruhan, orang Papua hanya ingin didengarkan. Ketika banyak manusia menutup mulut, menutup mata, menutup telinga, Veronica memberikan lebih dari sekadar mendengar," kata Hendrik kepada komisioner Komnas HAM.
"Kami tegaskan, apa yang disampaikan oleh Veronica Koman itu bukan hoaks,tapi itu fakta yang benar-benar terjadi di asrama kamasan Surabaya," tegas Dolly, mahasiswa Papua lainnya.
Mereka merasa Veronica Koman telah memberikan perlindungan bagi rakyat Papua. Sebab, mereka sendiri sulit untuk menyuarakan pendapatnya, karena selalu hidup dalam suasana diteror.
"Bahkan mungkin saya, ketika selesai berbicara di sini, apakah saya punya keselamatan akan dijamin atau tidak, entah," ucap Hendrik.
Dia meminta Komnas HAM bisa bertindak seperti aktivis HAM lainnya yang berpihak kepada suara rakyat Papua, dan memperjuangkan pembebasan Veronica Koman sebagai tersangka.
"Veronica dan kawan-kawan aktivis HAM harus dibebaskan tanpa syarat, negara jangan mengkriminalisasikan seenaknya, negara adalah rumah rakyat," tegasnya.
Baca Juga: OPM Ultimatum Jokowi: Bebaskan Surya Anta, Aktivis Papua, Veronica Koman
Aduan ini diterima langsung oleh wakil Ketua Komnas HAM Bidang Internal Hairansyah, dan komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Mohammad Choirul Anam.
Hairansyah berjanji, aduan ini akan segera dipelajari dan ditindaklanjuti oleh Komnas HAM agar setiap pembela HAM di Indonesia selalu mendapatkan perlindungan saat menjalankan tugas.
"Setelah kami menerima ini, tentu kami akan koordinasi dan segera melakukan langkah yang strategis dalam waktu segera. Untuk bisa mengambil beberapa yang disebutkan atau diadukan terutama yang berkaitan posisi pembela HAM, saudari Veronica Koman," kata Hairansyah.
Berita Terkait
-
OPM Ultimatum Jokowi: Bebaskan Surya Anta, Aktivis Papua, Veronica Koman
-
7 Organisasi Adukan Penetapan Status Tersangka Veronica Koman ke Komnas HAM
-
Pemerintah Siapkan Hercules Jemput Mahasiswa Papua yang Eksodus
-
Veronica Koman: Provokator Bagi Polisi, Malaikat Bagi Rakyat Papua
-
Bukan Cuma Dilempar Ular Piton, Mahasiswa Papua di Surabaya 2 Kali Diteror
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno