Suara.com - Kepolisian akan menguji tiga proyektil untuk menemukan pelaku penembakan pada aksi demonstrasi menolak revisi RUU KUHP dan UU KPK di gedung DPRD Sultra beberapa waktu lalu. Pengujian tersebut rencananya dilakukan di laboratorium yang berada di Belanda dan Australia.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra menerangkan proyektil tersebut mulanya ditemukan di sekitar korban.
Sebagai informasi, korban dalam aksi tersebut bernama Randi (21) mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) yang tewas akibat luka tembak di dada kanan, serta betis seorang ibu hamil pun tertanam peluru di hari yang sama pada Kamis (26/9/2019).
"Untuk menjamin profesionalisme dan kenetralan serta memberikan kepastian maka proyektil akan diuji secara laboratoris ke Belanda dan Australia," kata Asep di Kantor Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019).
"Ini upaya kita untuk betul-betul membuktikan dan menguji secara profesional bagaimana peristiwa itu terjadi dan siapa pelakunya," sambungnya.
Saat dikonfirmasi mengenai enam polisi yang membawa senjata api saat menjaga jalannya aksi demonstrasi tersebut, Asep menuturkan enam polisi tersebut sudah tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang menegaskan tidak diperkenankan untuk membawa senjata api.
Enam polisi itu sudah dibebastugaskan. Akan tetapi, kata Asep, motif dari masing-masing anggota membawa senpi itu masih didalami.
"Masih didalami apakah karena memang yang bersangkutan tidak memahami perintah atau dia tak ada di tempat pada saat briefing," katanya.
Baca Juga: Olah TKP Mahasiswa Tewas, Polisi Temukan 3 Selongsong Peluru
Berita Terkait
-
Mahasiswa UHO Tewas Tertembak dalam Aksi di Kendari, Nasir: Periksa itu
-
2 Mahasiswa Tewas, Aktivis Muhammadiyah: Kami Tuntut Kapolri Tito Mundur!
-
Dua Mahasiswa Tewas di Kendari, PMII Surabaya Tuntut Kapolri Minta Maaf
-
Rekannya Tewas Tertembak saat Demo, IMM Desak Kapolri Mundur
-
Sisir TKP Mahasiswa UHO Tewas, Polisi Temukan 3 Selongsong Peluru di Got
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Skandal Korupsi Mesin Jahit PPKUKM Jaktim Terbongkar: Modus Mark Up Gila-gilaan, Negara Tekor Rp4 M!
-
WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!
-
Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack
-
Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi
-
Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
-
Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran