Suara.com - Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Munarman disebut memerintahkan seseorang untuk menghapus rekaman CCTV Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat tempat di mana relawan Jokowi Ninoy Karundeng diduga diculik dan dianiaya.
Seseorang yang diperintahkan Munarman untuk menghapus rekaman CCTV ialah Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al-Falah berinisial S yang kekinian telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.
Selasa (8/10/2019) Suara.com coba mengunjungi Masjid Al-Falah. Dari pantauan suara.com setidaknya ada 5 unit CCTV yang terpasang di sana. Dua unit CCTV tampak terpasang di lantai dasar Masjid Al-Falah. Sedangkan tiga unit lainnya terpasang di lantai 2 Masjid Al-Falah.
Pertama, CCTV tersebut tampak terpasang di bagian depan yang menyorot ke arah gerbang pintu masuk Masjid Al-Falah. Kedua, CCTV tersebut terlihat terpasang pada bagian depan Masjid Al-Falah persis di sudut dekat tangga di sebelah kanan yang mengarah ke lantai 2.
Kemudian, pada lantai 2 Masjid Al-Falah satu unit CCTV tampak terpasang di sisi kanan yang menyorot ke pintu masuk. Kemudian, satu unit lainnya terpasang di sudut kiri Masjid Al-Falah yang menyorot ke arah pintu masuk dari tangga lantai dasar yang berada di sisi kiri. Sementara, satu unit CCTV lainnya berada di dalam area Masjid Al-Falah yang menyorot ke arah mimbar.
Pada kesempatan tersebut, suara.com coba menemui Ketua DKM Masjid Al-Falah, Iskandar. Hanya, yang bersangkutan tidak ada di lokasi. Beberapa petugas Masjid Al-Falah yang berada di lokasi saat ditemui pun mengaku tidak mengetahui keberadaannya.
Sementara itu, Ebo salah satu pedagang warung kelontong yang berada persis di depan Masjid Al-Falah mengaku tidak mengetahui adanya kejadian penculikan dan penganiayaan yang diduga terjadi di Masjid Al-Falah pada 30 September 2019 silam. Ebo mengaku saat itu sedang berada di kampung halamannya.
"Saya enggak tahu apa-apa, soalnya lagi di kampung," ucap Ebo.
Sebelumnya, sebanyak 11 orang resmi menyandang status tersangka buntut penganiayaan serta penculikan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Para tersangka tersebut berinisial AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R.
Baca Juga: Ninoy Karundeng: Ada Orang Dipanggil 'Habib' Ancam Belah Kepala Saya
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono membeberkan peran para tersangka dalam kasus ini. Tersangka AA, ARS, dan YY berperan menyebarkan video penganiayaan terhadap Ninoy serta membuat konten kebencian yang kemudian disebar di WhatsApp.
"Selanjutnya ada tersangka RF dan Baros ya. Mereka (berperan) mengcopy (menyalin), mencuri atau mengambil data dari laptop milik korban (Ninoy). Mereka juga mengintervensi korban untuk menghapus semua data-data yang ada di handphone," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Senin (7/10/2019).
Kemudian tersangka S yang merupakan sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau pengurus Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat. S berperan menyalin data dari laptop milik Ninoy dan menyerahkan ke juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman.
"Dia (tersangka S) melaporkan semuanya kepada Bapak Munarwan. Selanjutnya, dia juga dapat perintah untuk menghapus (rekaman) CCTV dan tidak menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian," kata Argo.
Berita Terkait
-
Ninoy Karundeng: Ada Orang Dipanggil 'Habib' Ancam Belah Kepala Saya
-
Tersangka Penculik dan Penganiaya Relawan Jokowi Bertambah jadi 13 Orang
-
Pentolan PA 212 Jadi Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng
-
Namanya Disebut di Penculikan Relawan Jokowi, Ini Penjelasan Jubir FPI
-
Kerap Didatangi Orang Asing, Relawan Jokowi Ajak Keluarga Tinggalkan Rumah
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos
-
Tinjau Polresta Kupang, Wamen PANRB: Respons Cepat Polisi Mampu Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat
-
Asap Kebakaran Kalideres Diduga Mengandung Gas Beracun, Damkar Kerahkan Robot Pemadam
-
Pakai Masker! Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, Terburuk Keempat di Dunia
-
Top 20 Kekuatan Militer Dunia Berdasarkan Personel Aktif: Indonesia Nomor Berapa?
-
Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya
-
Kemendagri Siap Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Daerah
-
Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Komoditas Cabai Merah
-
Penjelasan Resmi Dukcapil Soal Gaduh Larangan Serahkan KTP Saat Check-in Hotel
-
Gudang di Kalideres Meledak Beruntun, Diduga Dipenuhi Bahan Kimia dan Gas