Suara.com - Rencana pencalonan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dalam pemilihan wali kota Solo mendapat pandangan beragam masyarakat. Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani ikut berkomentar.
“Semua orang berhak dan punya hak untuk bisa mencalonkan dirinya dalam Pilkada 2020. Tapi PDIP kan punya mekanisme untuk bisa menjalankan mekanisme itu, terlebih dahulu supaya proses-proses yang ada di lapangan bisa diikuti secara baik. Jadi ya monggo saja kalau mau mendaftar,” kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).
Terkait anggapan bahwa terjunnya Gibran terjun ke dunia politik dapat menggerus citra Jokowi yang selama ini dinilai tidak haus kekuasaan, Puan enggan menanggapi.
“Jangan tanya ke saya, tanya ke bersangkutan, cita-citanya apa. Pasti semua orang mempunyai kemauan dan cita-cita. Ya kalau memang cita-citanya itu dianggap bisa memperbaiki Solo ya itu kan hak setiap warga negara,” kata Puan.
Selain itu, putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu juga enggan menanggapi lebih jauh terkait peluang Gibran nantinya bila benar-benar resmi menjadi calon wali kota Solo.
“Ya enggak tahu, daftar saja belum,” ucapnya.
Diketahui, Gibran Rakabuming Raka niat jadi politisi. Dia mengatakan alasannya terjun ke dunia politik tidak ada hubungannya dengan sang ayah.
Sebelumnya, Gibran menyerahkan sejumlah usaha yang dia rintis ke adiknya, Kaesang Pangarep. Hanya saja Gibran belum mau mengungkapkan alasannya beralih dari usaha kuliner ke dunia politik.
Baca Juga: Perpres 63: Jokowi Wajib Berbahasa Indonesia di Pidato Resmi di Luar Negeri
"Ya yang namanya bisnis kan bisa dijalankan orang lain, sekarang Kaesang sudah lulus, sudah bisa saya delegasikan ke Kaesang, minggu depan dia lulus," ujar Gibran ditemui dalam Jakarta Culinary Feastival di Jakarta, Minggu (7/10/2019) kemarin.
Terjun ke dunia politik, Gibran mengaku tidak berdiskusi dengan sang ayah.
"Tidak ada hubungannya sama Bapak (Jokowi)," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto