Suara.com - Warganet ramai-ramai bagikan foto langit Jepang yang menjadi ungu. Mereka juga menambahkan tagar #PrayForJapan di foto tersebut.
Sudah ada lebih dari 90 ribu cuitan yang memakai tagar #PrayForJapan hingga Sabtu (12/10/2019) siang. Tagar ini juga menduduki peringkat pertama daftar trending topic Twitter.
Berdasarkan penelusuran Suara.com, banyak cuitan yang menunjukkan langit di Jepang berwarna ungu dalam tagar tersebut. Warganet juga mendoakan keselamatan orang-orang di Jepang.
Misalnya, akun @_chaestheticc yang menulis, "Untuk semua orang di Jepang, semoga tetap aman dan kuat. Mari kita berdoa untuk Jepang dan keselamatan mereka."
Dia juga mengunggah dua foto yang memperlihatkan langit di Jepang menjadi ungu.
Mengapa langit di Jepang berubah jadi ungu dan beredar luas di media sosial?
Menurut Science Daily, fenomena langit menjadi berwarna ungu disebut scattering yang terjadi ketika molekul dan partikel kecil di atmosfer mempengaruhi arah cahaya yang menyebabkan cahaya tersebar.
Panjang gelombang cahaya dan ukuran partikel menentukan warna langit. Fenomena ini bisa terjadi sebelum atau sesudah badai menerjang.
Warganet lain menyebut, meskipun langit berwarna ungu dan merah muda terlihat indah tapi badai akan menerjang Jepang. "Keheningan sebelum badai. Ini adalah kegilaan. Kegilaan yang indah akan menyerang Jepang," tulis @ohxxjen.
Baca Juga: Viral Video Bocah Dianiaya Pria Dewasa, Digebuki dan Ditendang di Gang
Dilansir dari Straitstimes, warga Jepang diperingatkan untuk bersiap menghadapi Topan Hagibis yang terlihat di selatan Tokyo pada Jumat pagi.
Kecepatan angin Topan Hagibis ini bisa mencapai 252 km/jam. Hagibis sendiri dalam bahasa Filipina Tagalog berarti "kecepatan".
"Topan Hagibis dapat melampaui rekor curah hujan dan angin yang pernah ada," kata seorang pejabat di Badan Meteorologi Jepang. Ahli memperkirakan Topan Hagibis akan menghantam Jepang bagian tengah atau timur di sekitar Tokyo pada hari Sabtu.
Perdana Menteri Shinzo Abe meminta kabinetnya untuk mengambil semua langkah untuk mempersiapkan kemungkinan bencana. Para pejabat di Prefektur Chiba yang dilanda angin topan Faxai sebulan lalu, juga telah mengatakan kepada warganya untuk menyiapkan pasokan makanan dan air hingga tiga hari.
Lebih dari 1.000 penerbangan telah dibatalkan dan fasilitas kereta api dihentikan sejak Jumat sore.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi