Suara.com - Dosen IPB nonaktif, Abdul Basith dan tersangka lainnya merasa tak puas seusai menunggangi aksi unjuk rasa mahasiswa pada Selasa (24/9/2019). Maka, mereka kembali merencanakan membuat kerusuhan saat aksi Mujahid 212, Sabtu (28/9/2019).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebut, Abdul Basith dan kroni-kroninya akan membuat kerusuhan memakai bom rakitan. Nantinya, bom rakitan itu akan dipakai untuk meledakkan lokasi perekonomian di Jakarta.
"Mereka akan melakukan peledakan pada tanggal 28 di sembilan titik di Jakarta. Terutama tempat perekonomian dan seluruh retail di Jakarta," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (18/10/2019).
Sementara, Kaur Bahan Peledak Puslabfor Mabes Polri, Kompol Heri Yandi menyebut, bom rakitan tersbeut mampu melukai orang hingga jarak 30 meter. Dalam bom tersebut terdapat paku yang dapat tersebar jika meledak.
"Ada paku. Paku ini digunakan dililit di luar wadah botol di lakban. Ini pakunya banyak, kalau ini meledak bisa mengenai orang disekitar kejadian," kata Heri.
Bahkan, bom tersebut sudah diuji dengan diledakkan. Hasilnya, kerusakan yang terjadi cukup parah.
"Kemarin kami coba uji ledakan di Brimob itu kerusakannya cukup kuat ya. Kemarin kami coba itu bisa melukai orang kalau ada di TKP dan bisa terbakar. Paku-paku ini bisa berterbangan hingga 30 meter," paparnya.
Lebih jauh, bom tersebut dibuat oleh orang profesional. Pasalnya, bom berisi paku kerap digunakan teroris saat beraksi.
"Bom lumayan canggih, ini (dibuat oleh orang yang) sudah profesional. Kalau bom gunakan paku, sebagian teroris (juga) gunakan paku," tutup Heri.
Baca Juga: Habis Dompleng Aksi Mahasiswa, Dosen IPB Dkk Rakit Bom di Aksi Mujahid 212
Berita Terkait
-
Habis Dompleng Aksi Mahasiswa, Dosen IPB Dkk Rakit Bom di Aksi Mujahid 212
-
Rancang Kerusuhan, Dosen IPB Dkk Tunggangi Demo Mahasiswa di DPR
-
Anggota MKPN jadi Tersangka Baru Teror Pelantikan Jokowi, Ini Perannya
-
Polisi Sebut Dosen AB Cs Hendak Gagalkan Pelantikan Presiden
-
Hendak Bunuh Mantan Istri, Pria Ledakkan Bom Rakitan di Rumahnya
Terpopuler
- JK Kritik Keras Hilirisasi Nikel: Keuntungan Dibawa Keluar, Lingkungan Rusak!
- Nikmati Belanja Hemat F&B dan Home Living, Potongan Harga s/d Rp1,3 Juta Rayakan HUT ke-130 BRI
- 5 Mobil Diesel Bekas di Bawah 100 Juta, Mobil Badak yang Siap Diajak Liburan Akhir Tahun 2025
- Sambut HUT ke-130 BRI: Nikmati Promo Hemat Hingga Rp1,3 Juta untuk Upgrade Gaya dan Hobi Cerdas Anda
- Nikmati Segarnya Re.juve Spesial HUT ke-130 BRI: Harga Istimewa Mulai Rp13 Ribu
Pilihan
-
Saham Entitas Grup Astra Anjlok 5,87% Sepekan, Terseret Sentimen Penutupan Tambang Emas Martabe
-
Pemerintah Naikkan Rentang Alpha Penentuan UMP Jadi 0,5 hingga 0,9, Ini Alasannya
-
Prabowo Perintahkan Tanam Sawit di Papua, Ini Penjelasan Bahlil
-
Peresmian Proyek RDMP Kilang Balikpapan Ditunda, Bahlil Beri Penjelasan
-
Resmi Melantai di Bursa, Saham Superbank Melambung Tinggi
Terkini
-
Membara Kala Basah, Kenapa Kebakaran di Jakarta Justru Meningkat Saat Hujan?
-
Keroyok 'Mata Elang' Hingga Tewas, Dua Polisi Dipecat, Empat Lainnya Demosi
-
Disebut-sebut di Sidang Korupsi Chromebook: Wali Kota Semarang Agustina: Saya Tak Terima Apa Pun
-
Kemenbud Resmi Tetapkan 85 Cagar Budaya Peringkat Nasional, Total Jadi 313
-
Bukan Sekadar Viral: Kenapa Tabola Bale dan Tor Monitor Ketua Bisa Menguasai Dunia Maya?
-
Muncul SE Kudeta Gus Yahya dari Kursi Ketum PBNU, Wasekjen: Itu Cacat Hukum!
-
Drone Misterius, Serdadu Diserang: Apa yang Terjadi di Area Tambang Emas Ketapang?
-
Wujudkan Kampung Haji Indonesia, Danantara Akuisisi Hotel Dekat Ka'bah, Ikut Lelang Beli Lahan
-
Banyak Terjebak Praktik Ilegal, KemenPPPA: Korban Kekerasan Seksual Sulit Akses Aborsi Aman
-
Sejarah Baru, Iin Mutmainnah Dilantik Jadi Wali Kota Perempuan Pertama di Jakarta Sejak 2008