Suara.com - Burung merupakan salah satu ancaman serius di bidang aviasi. Bagaimana tidak, belum lama ini seekor burung sukses membuat pesawat militer tahan nuklir mengalami kerusakan parah.
Pesawat yang dimaksud adalah pesawat E-6B Mercury. Pesawat model Boeing 707 tersebut adalah pesawat 'hari kiamat' milik angkatan laut Amerika Serikat.
Tak main-main, E-6B Mercury adalah pesawat yang dirancang untuk selamat dari bencana nuklir. Jika perang nuklir terjadi, E-6B Mercury akan digunakan sebagai pusat komando dan komunikasi yang dapat bertahan dari gelombang elektromagnetik nuklir.
Sayangnya, pesawat 'hari kiamat' tersebut malah tumbang gara-gara seekor burung. Dilansir dari laman Live Science, insiden ini terjadi pada 2 Oktober silam di Naval Air Station Patuxent River, Maryland.
Saat itu, E-6B Mercury tengah melakukan manuver touch-and-go. Manuver ini mengharuskan pesawat untuk mendarat dan segera lepas landas lagi tanpa berhenti.
Meski begitu, E-6B Mercury malah ditabrak burung. Salah satu mesin yang ada pun mengalami kerusakan.
Akibat insiden pesawat ditabrak burung ini, E-6B Mercury dikabarkan mengalami kerusakan Kelas A.
Dalam Angkatan Laut Amerika Serikat, kerusakan Kelas A sama artinya dengan kerusakan yang menimbulkan kerugian lebih dari 2 juta dolar, kematian, atau disabilitas permanen.
Untunglah, tak ada personel yang terluka dan pesawat dikabarkan sukses mendarat kembali di landas pacu.
Baca Juga: Jadi Pilot, Warganet Malah Sebut Pesawat Ini Lebih Baik dari Motor Marquez
Meski begitu, Amerika Serikat tetap saja harus mengeluarkan biaya miliaran demi memperbaiki mesin pesawat 'hari kiamat' ini.
"Mesin sudah diganti, dan pesawat telah kembali bertugas," ujar Tim Boulay, juru bicara untuk Naval Air Warfare Center Aircraft Division.
Kerusakan pesawat akibat ditabrak burung sebenarnya bukan hal yang jarang terjadi. Menurut pemerintah, setiap tahunnya ada 3.000 insiden pesawat militer yang ditabrak burung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR: Indonesia Darurat Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Liburan Berujung Maut! 5 Turis Italia Tewas di Gua Bawah Laut
-
Minta Seluruh Aparat Harus Memperbaiki Diri, Prabowo: Jangan Jadi 'Backing' Narkoba dan Judi!
-
Gus Ipul Apresiasi Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat yang Semakin Sehat dan Berprestasi
-
Gus Ipul Pastikan Pendampingan dan Pemulihan Korban Pelecehan Seksual di Pati
-
Milad ke-84 Jusuf Kalla, Anies Baswedan: Ambon, Poso, dan Aceh Adalah 'Sidik Jari' Pak JK
-
Tanggapi Isu Penistaan Agama yang Serang JK, Sudirman Said: Saksi Hidup Beliau Terlalu Banyak
-
JK Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Pikiran Beliau Masih Sangat Diperlukan Bangsa Ini
-
Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja
-
Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!