Suara.com - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Firli Bahuri tak lama lagi bakal dilantik menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diketahui, pelantikan tersebut akan dilakukan pada bulan ini, Desember 2019.
Terkait hal tersebut, Firli menyebut akan melepas jabatannya sebagai Kabaharkam. Sebab, tidak diperbolehkan ada rangkap jabatan ketika ia resmi dilantik menjadi orang nomor satu di lembaga antirasuah tersebut.
"Lepas, kan tidak jabatan double kan. Aturannya begitu," kata Firli di Bareskrim Polri, Selasa (3/12/2019).
Saat disinggung terkait prioritas penanganan kasus korupsi setelah dilantik jadi Ketua KPK, Firli mengatakan akan bekerja sesuai tugas, pokok, dan fungsi (Tupoksi) KPK. Hal tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 19 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Di mana, KPK selaku lembaga antirasuah melakukan pencegahan, monitoring atas program pemerintah, dan berkoordinasi dengan instasi yang berwenang untuk memberantas korupsi.
Selain itu, KPK akan melakukan supervisi terhadap seluruh instansi yang berwenang untuk memberantas korupsi. Pada lain hal, KPK akan melakukan peyelidikan, penyidikan, dan penuntutan kasus korupsi.
"Ya sesuai dengan tupoksi KPK. Tupoksi KPK kan ada 6 sesuai UU Nomor 19 tahun 2019, ada di pasal 6 di situ," sambungnya.
"Pertama melakukan pencegahan, melakukan monotoring atas program pemerintah, melakuakan koordinasi oleh seluruh instansi yang berwenang memberantas korupsi, melakukan supervisi terhadap seluruh instansi yang berwenang untuk pemberantasan korupsi, melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan, melaksanakan putusan pengadilan dan hakim yang telah memperoleh putusan penetap. Tupoksinya itu. Itu ya kami kerjakan saja, mau perkara besar maupun kecil jelas bahasanya kan gini," jelas Firli.
Lebih lanjut, eks Kapolda Sumatera Selatan itu menegaskan akan bekerja sesuai dengan amanah. Dia menegaskan, Indonesia akan terbebas dari tindak pidana korupsi.
Baca Juga: Kursi Kabareskrim Masih Kosong, Bagaimana Nasib Kasus Novel di Polri?
"Kami kerjakan sesuai dengan amanah. Prinsipnya, kami untuk Indonesia ini bebas dari korupsi," tutup Firli.
Tag
Berita Terkait
-
Firli Tak Terima Gaji dari Polri Setelah Jadi Ketua KPK
-
Kompolnas: Firli Harus Mundur dari Kabaharkam Setelah Resmi Jabat Ketua KPK
-
Masinton Berharap Ketua KPK Terpilih Firli Bahuri Tidak Mundur Dari Polisi
-
Polri Klaim Ogah Gerecoki KPK Meski Komjen Firli Bahuri jadi Ketua Terpilih
-
Jelang Resmi Jadi Ketua KPK, Firli Bahuri Naik Pangkat Komjen
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi