Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Kamis, 05 Desember 2019 | 20:42 WIB
Foto sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdagang di trotoar Tanah Abang hingga menghalangi jalur Pemadam Kebakaran (Damkar) beredar di media sosial. (Foto Sudin Damkar Jakpus)

Suara.com - Foto sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdagang di trotoar Tanah Abang hingga menghalangi jalur Pemadam Kebakaran (Damkar) beredar di media sosial. Menanggapi hal itu, Suku Dinas (Sudin) Damkar Jakarta Pusat mengaku sudah berulang kali memperingati PKL.

Kepala Sudin Damkar Jakarta Pusat Hardisiswan mengatakan saat diperingati para PKL pergi. Tapi keesokan harinya para pedagang justru kembali lagi.

"Anggota bilang emang di situ pas kita lagi berenti markir mobil di situ. Terus pergi kami usir terus ada lagi," ujar Hardisiswan saat dihubungi, Kamis (5/12/2019).

Hardi mengaku kesulitan memperingati para PKL. Hardisiswan menyebut pihaknya kerap terganggu dengan oknum PKL yang tetap bandel itu.

"Kalau ditanya menganggu atau tidak, ya sudah pasti jawabannya mengganggu," jelasnya.

Para anggota Damkar Tanah Abang kata Hardi,sudah memberi peringatan keras kepada para pedagang. Namun ia mengakui pedagang akan langsung pergi ketika ada kejadian kebakaran.

"Iya sudah keras diperingati 'nanti biarin saja dilindes ya'. Tapi ya mereka nurut juga," kata dia.

Kekinian, Hardisiswan menyebut pihaknya sudah mengusir para pedagang. Ia juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP selama ini dan berharap para PKL tidak lagi kembali berdagang karena selain menganggu damkar, juga menyusahkan pejalan kaki.

"Anggota capek juga a, b, c setiap hari ngusir, mobil dimajuin sampe pinggir trotoar sama saja," pungkasnya.

Read more...